Kamis, 17 Syawwal 1440 / 20 Juni 2019

Kamis, 17 Syawwal 1440 / 20 Juni 2019

Angkot Berbahan Gas Segera Mengaspal di Pekanbaru

Senin 27 Apr 2015 09:45 WIB

Red: Karta Raharja Ucu

Mobil Gas UGM

Mobil Gas UGM

REPUBLIKA.CO.ID, PEKANBARU -- Pemerintah Kota Pekanbaru, Provinsi Riau akan memiliki bus angkutan umum massal berbahan bakar gas pad 2018. Angkot itu akan mengaspal setelah Perusahaan Gas Negara (PGN) tuntas membangun jaringan pipa dan stasiun pengisian bahan bakar gas di beberapa wilayah itu.

"Semua bus Trans Metro Pekanbaru yang ada akan menggunakan bahan bakar gas tiga tahun lagi," kata Wali Kota Pekanbaru H Firdaus di Pekanbaru, Ahad (26/4).

Wako menuturkan, pihaknya saat ini sudah merancang dan memikirkan efisiensi moda angkutan umum yang dikelolanya. Dengan mengurangi penggunaan premium mengalihkan ke gas.

Karena menurut Wako, dengan menggunakan bahan bakar gas, maka besaran subsidi yang harus dikeluarkan pemko terhadap sistem transportasi masal ini bisa dihemat.

Perubahan bahar bakar ini menurut analisa Wako, tidak begitu sulit, asalkan ada Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gasnya (SPBG) disetiap titik kota. Selain melakukan perubahan sedikit pada bus yakni memasang semacam alat dan tangki gas. "Setiap bus akan miliki dua tangki, gas dan premium/solar," katanya.

Tujuannya, ketika bus tersebut berada dikawasan yang terdapat SPBGnya maka akan menggunakan gas sebagai bahan bakar. Akan tetapi saat bus tersebut mendadak tidak bisa mendapati gas, bisa menggunakan premium/solar.

Wako menyebutkan, selain 95 bus TMP yang ada saat ini yang akan menggunakan bahan bakar gas, kedepan Wako juga akan memungsikan bus bantuan Kementrian PU berbahan gas juga.

"Bus bantuan ini nantinya akan melayani angkutan antar perbatasan Pekanbaru-Siak Kampar dan Pelalawan (Pekansikawan)," katanya.

Wako menyatakan keyakinannya ini, seiring akan dibangunnya jaringan pipa gas kota oleh PGN tahun ini. "Saya dengar lelangnya akan dilakukan pemerintah pusat Mei ini," papar dia.

Dengan dialirinya kota Pekanbaru oleh pipa PGN maka banyak hal yang akan digunakan dari gas tersebut. Selain untuk kebutuhan gas rumah tangga, juga bisa digunakan bagi pembangkit listrik yang akan dibangun di Tenayan 2x250 Mw dan bahan bakar angkutan umum. "Kita akan minta PGN mendirikan SPBG didalam kota, sehingga bus-bus mudah menggunakannya," tambahnya.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA