Wednesday, 21 Zulqaidah 1440 / 24 July 2019

Wednesday, 21 Zulqaidah 1440 / 24 July 2019

Dua Kecamatan Terisolir Akibat Jembatan Putus

Sabtu 31 Oct 2015 00:45 WIB

Red: Andi Nur Aminah

Jembatan putus (ilustrasi)

Jembatan putus (ilustrasi)

Foto: harianjogja.com

REPUBLIKA.CO.ID, SUBULUSSALAM, ACEH -- Dua kecamatan di Kota Subulussalam, Aceh, yakni Runding dan Longkib terancam terisolir. Penyebabnya karena jembatan utama menuju ke daerah itu putus total akibat meluapnya sungai di Desa Sikelondang, Kecamatan Simpang Kiri, Jumat (31/10).

Salah seorang warga, Alim Bako saat dihubungi di Subulussalam menyatakan, hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak pukul 16.00 WIB. Hal itu menyebabkan meluapnya sungai di sana dan menghantam sebuah jembatan berkontruksi kayu hingga ambruk. Arus lalu lintas pun menjadi lumpuh.

Sejumlah kendaraan roda empat dan dua terpaksa mundur dan membatalkan perjalanan menuju ke dua kecamatan itu. Akses jalan itu merupakan satu-satunya penghubung Kecamatan Longkib dan Runding menuju pusat kota yang berada di Simpang Kiri.

"Sampai sekarang ini belum bisa dilewati," kata Alim Bako.

Dikatakan, hingga pukul 22.30 WIB kondisi arus lalu lintas dilaporkan masih lumpuh. Puluhan kendaraan terjebak tidak bisa melintas. Lokasi semakin ramai karena warga setempat berdatangan ditambah para penggunan jalan yang terjebak di sana.

Alim Bako mengatakan jembatan ini sudah beberapa kali ambruk dalam setahun belakangan ini dan hanya diperbaiki dengan membangun jembatan darurat dari pohon kelapa.

"Sudah tiga kali dalam tahun ini pertama bulan Juni, Agustus dan terakhir sekarang," kata Alim Bako yang sering melintasi wilayah tersebut.

Menurutnya, akibat putusnya jembatan penghubung ini pasar mingguan yang berlangsung setiap Sabtu di Kecamatan Runding terancam sepi. Karena para pedagang kain, sayuran, ikan dari Simpang Kiri tidak bisa melintas akibat jembatan ambruk.

"Jangankan mobil, sepeda motor saja tidak bisa lewat, berarti hari pekan di Kecamatan Runding pada Sabtu, bakal sepi," kata Abi Amirin.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA