Wednesday, 14 Zulqaidah 1440 / 17 July 2019

Wednesday, 14 Zulqaidah 1440 / 17 July 2019

Bapak Satu Anak Ditemukan Tewas Gantung Diri

Kamis 10 Dec 2015 21:08 WIB

Red: Citra Listya Rini

Gantung diri (ilustrasi)

Gantung diri (ilustrasi)

Foto: Blogspot.com

REPUBLIKA.CO.ID, KUALA PEMBUANG  --  Bapak satu anak di Kuala Pembuang, Kalimantan Tengah berinisial ANS (45) ditemukan tewas gantung diri di kediamannya Jalan Adam Malik, Kamis (10/12).

Kasat Reskrim Polres Seruyan AKP Triyo Sugiyono di Kuala Pembuang, mengatakan dari hasil penyelidikan sementara, ANS nekat mengakhiri hidupnya karena himpitan ekonomi.

"Sehari-hari, ANS hanya bekerja serabutan, kemungkinan adanya permasalahan ekonomi tersebut yang memicu ANS nekat mengakhiri hidupnya dengan cara yang tragis," katanya.

Triyo menambahkan, berdasarkan informasi dari tetangga, sebelum ditemukan tewas gantung diri sekitar pukul 04.00 WIB, pada malam hari sekitar pukul 23.00 WIB, ANS sempat meminta untuk dibelikan motor kepada isterinya dan mengancam akan bunuh diri kalau permintaan tersebut tidak dipenuhi sang isteri.

"Informasi pertengkaran itu ANS meminta kepada istrinya untuk dibelikan motor bahkan sempat mengancam kalau tidak dibelikan dirinya akan bunuh diri," katanya.

Triyo menjelaskan, jasad ANS menggantung pertama kali oleh isterinya sekitar pukul 04.00 WIB, dan dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), ANS ditemukan gantung diri di dapur dengan menggunakan tali nilon berukuran 05 cm yang diikat di atas rumahnya.

"Kemungkinan, setelah mengikat tali di atas rumah, lalu ANS naik ke atas meja ditambah satu kursi kemudian langsung gantung diri, dan posisinya ketika kita datang ke TKP pada pukul 05.40 WIB masih dalam ke adaan tergantung," katanya.

Menurut hasil visum menunjukkan bahwa tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban, baik itu oleh benda tumpul maupun benda tajam, sehingga dapat disimpulkan sementara ANS tewas karena bunuh diri. "Dari ciri-cirinya memang meninggal karena bunuh diri," kata Triyo.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA