Friday, 19 Safar 1441 / 18 October 2019

Friday, 19 Safar 1441 / 18 October 2019

Tim UGM Evaluasi Early Warning System di Agam

Rabu 30 Dec 2015 20:20 WIB

Red: Yudha Manggala P Putra

Sistem peringatan dini tsunami

Sistem peringatan dini tsunami

Foto: ANTARA/Iggoy el Fitra

REPUBLIKA.CO.ID, LUBUK BASUNG, SUMBAR -- Tim Geologi Universitas Gajah Mada (UGM), melakukan evaluasi akhir kondisi Early Warning System (EWS) atau alat sistem peringatan dini bahaya longsor yang dipasang di Nagari Baringin, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

Anggota Tim Geologi UGM, Ikhwan di Lubuk Basung, Rabu, mengatakan pemantauan ini merupakan kelanjutan dari kegiatan pemasangan EWS yang dilakukan pada November 2015.

"Hasil pemantauan yang kita lakukan, alat yang dipasang ini berjalan dengan baik karena dukungan dari warga setempat untuk melihat EWS itu," katanya.

Ia menambahkan, EWS tersebut dipasang sebanyak satu set yang terdiri dari empat unit. Empat unit tersebut terdiri dari dua unit ekstensometer atau alat pengukur pergerakan tanah, satu unit tiltmeter atau berfungsi untuk mendeteksi penggembungan atau pengempisan tubuh gunung dan satu unit alat pengukur curah hujan.

Pemasangan EWS ini juga dilengkapi dengan server yang berguna untuk penghimpunan data dan jika terjadi pergerakan dapat diperoleh data secara online karena telah ada satu unit komputer untuk melakukan pemantauan. "Data ini terintegrasi dengan BNPB dan BPBD Agam," katanya.

Alat itu diprioritaskan di daerah rawan longsor cukup besar. Selain dipasang di Agam, juga dipasang di Kota Pariaman dan Kabupaten Pesisir Selatan.

"Sebelum EWS ini dipasang, kita telah melakukan sosialisasi, pelatihan kepada warga di daerah berpotensi longsor," katanya.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, Bambang Warsito mengatakan pemasangan EWS ini bertujuan agar masyarakat sekitar bisa mengetahui pergerakan tanah, sehingga mereka bisa melakukan evakuasi sebelum longsor terjadi, sehingga mengurangi risiko korban.

Ia menyebutkan dengan keberadaan alat ini dapat mendeteksi ancaman pergerakan tanah pada saat musim penghujan.

"Bila alat berbunyi dengan sendirinya, warga sudah mengetahui akan ada longsor dan warga diminta siap siaga dan mencari lokasi yang lebih aman," katanya.

Salah seorang warga Palembayan, Erni (42) mengucapkan terima kasih kepada Tim Ahli Instrumentasi UGM dan BPBD yang telah memasang EWS, sehingga pihaknya bisa mengetahui tanda-tanda terjadinya longsor. "Kami akan menjaga dan memelihara EWS, karena manfaatnya sangat banyak terhadap masyarakat yang ada di sekitar," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA