Thursday, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Thursday, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Kereta Cepat Dibangun, KBB Bakal Berkembang Pesat

Kamis 21 Jan 2016 17:51 WIB

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Friska Yolanda

Pembangunan jalur kereta cepat, Kamis (19/1).

Pembangunan jalur kereta cepat, Kamis (19/1).

Foto: Republika/Arie Lukihardianti

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT -- Pembangunan proyek kereta cepat di Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat (KBB), bakal membuat pembangunan di KBB meningkat pesat. 

Bupati Bandung Barat Abubakar menilai jika proyek tersebut sudah rampung, tentu akan berdampak pada pembangunan di KBB. Proyek itu dinilai akan mampu mendorong perekonomian masyarakat di KBB.

Apalagi, ia mengakui, proyek tersebut sejalan dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) KBB yang memperuntukan Kecamatan Cikalongwetan sebagai wilayah pengembangan. Kawasan stasiun tersebut akan terintegrasi dengan sebuah kota ramah lingkungan bernama Kota Walini.

"Transportasi kereta ini memang dibutuhkan Bandung. Karena kan dari Jakarta ke Bandung kalau pakai transportasi udara itu nanggung. Jadi ini sebuah solusi," kata dia saat menghadiri groundbreaking di perkebunan Walini, Cikalongwetan, KBB, Kamis (21/1).

Abubakar berharap ini bisa menjadi langkah untuk membuat kemajuan yang pesat dengan adanya stasiun kereta cepat itu. "Rencana KBB itu malah didorong dan justru akan terimplementasi dengan lebih cepat," ujar dia.

Pemkab Bandung Barat saat ini dalam proses pengkajian analisis dampak lingkungan (amdal) yang telah dikeluarkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup. Pembangunan proyek kereta cepat saat ini pun masih hanya trase jalur kereta yang melewati kawasan Walini.

Kepala Bappeda KBB Asep Sodikin menambahkan, pihaknya telah mempelajari dokumen Amdal dari pemerintah pusat. Kata dia, di situ jelas menerangkan untuk melibatkan tenaga kerja lokal dari KBB. 

Lanjut dia, dari total 39 ribu tenaga kerja dalam proyek tersebut, terdapat pembagian jumlah tenaga kerja yang berasal dari KBB. Namun, sayangnya, ia tidak menyebutkan berapa total tenaga kerja dari KBB yang akan dipekerjakan dalam proyek itu. 

Asep menjelaskan, konsep kota Walini yakni sebuah kota ramah lingkungan. Kota ini nantinya akan terintegrasi dengan objek wisata, fasilitas pendidikan, dan sektor lain yang diperlukan masyarakat. 

Artinya, kota tersebut tidak hanya menjadi kawasan pemukiman warga seperti Kota Baru Parahyangan di Padalarang, tapi akan menjadi kawasan perkotaan yang ramah lingkingan. 

Proyek kereta cepat diresmikan hari ini, Kamis (21/1), oleh Presiden Joko Widodo beserta menteri-menteri terkait. Proyek ini ditargetkan rampung pada 2019.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA