Tuesday, 16 Safar 1441 / 15 October 2019

Tuesday, 16 Safar 1441 / 15 October 2019

Kronologi Penusukan Anggota TNI oleh Geng Motor di Bandung

Selasa 07 Jun 2016 16:38 WIB

Rep: Joko Suceno / Red: Angga Indrawan

Penusukan (ilustrasi)

Penusukan (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Kebrutalan geng motor di Kota Bandung kembali menelan korban jiwa. Kali ini korbannya Pratu Galang, anggota prajurit TNI AD. Korban meninggal dunia setelah mendapat luka tikaman senjata tajam di tubuhnya.

Peristiwa penganiayaan tersebut berlangsung pada Ahad (5/3) dini hari di Jalan Rajawali, Cibeureum, Kota Bandung. "Korban hendak pulang ke asrama. Namun di tengah jalan dicegat sekelompok orang. Jumlahnya sekitar 20 orang," kata Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Drs Yusri Yunus, kepada para wartawan, Selasa (7/6).

Menurut Yusri, setelah menganiaya Pratu Galang, para pelaku langsung melarikan diri. Sedangkan korban yang mengalami luka parah, dibawa oleh beberapa saksi ke RS Dustira, Kota Cimahi. Sekitar pukul 04.00 WIB korban tiba di rumah sakit dan sekitar pukul 07.00 menjalani operasi pada luka yang dideritanya. Namun nyawanya tak tertolong dan korban meninggal sekitar pukul 10.00 WIB.

Sebelum peristiwa penganiayaan, korban bersama rekan-rekannya di klub motor CB berkumpul sambil minum kopi di kawasan Jalan Asia Afrika, Kota Bandung. Usai berkumpul, mereka bubar sekitar pukul 01.30 WIB. "Korban mengendarai sepeda motor seorang diri. Dalam kondisi terluka, korban masih sadar dan sempat menghubungi rekannya melalui telepon genggam," ujar dia.

Kasus penganiayaan tersebut kini ditangani jajaran Polrestabes Bandung didukung Polda Jabar. Polisi, kata Yusri, masih melakukan penyelidikan dan meminta keterangan sejumlah saksi. Namun sampai saat ini polisi belum menangkap kawanan pengeroyok yang diperkirakan berjumlah 20 orang tersebut.

"Polisi masih melakukan penyelidikan atas kasus tersebut," kata dia.

Kepala Penerangan Kodam III Siliwangi, Letkol Arm MD Arianto mengatakan, TNI AD menyerahkan sepenuhnya kasus penganiayaan tersebut kepada polisi. Meski demikian, kata dia, Kodam III membantu polisi dalam proses penyelidikan kasus ini.

''Karena perkara hukum, kita serahkan sepenuhnya kepada polisi. Kita membantu tugas polisi dalam penyelidikan,'' tutur dia.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA