Sunday, 18 Zulqaidah 1440 / 21 July 2019

Sunday, 18 Zulqaidah 1440 / 21 July 2019

Pasar Kamis di Lembang Dibangun Secara Swadaya

Ahad 12 Jun 2016 22:33 WIB

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Friska Yolanda

Ilustrasi pasar . (Republika/Edi Yusuf).

Ilustrasi pasar . (Republika/Edi Yusuf).

Foto: Republika/Edi Yusuf

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT -- Pasar Kamis yang sudah lama vakum di daerah Lembang, Kabupaten Bandung Barat, kini mulai dibangun kembali. Pembangunan di Kampung Pasar Kamis Desa Sukajaya ini bukan oleh pemerintah, tapi swadaya masyarakat.

Warga berharap pembangunan kembali pasar itu bisa menyedot perhatian dari para wisatawan. Seorang warga sekitar, Yaya Suhaya menuturkan, sebetulnya Pasar Kamis sudah ada sejak sekitar 1930. Namun, ia pun tidak mengetahui pasti kenapa pasar tersebut bisa hilang ditelan zaman. "Memang tidak ada bekas-bekas peninggalan, tapi dari perkataan orang tua mah di situ pernah berdiri Pasar Kamis, makanya kita ingin membangun lagi," kata dia, belum lama ini.

Lanjut Yaya, pembangunan kembali pasar tersebut bukanlah tanpa alasan. Tujuannya, untuk meningkatkan taraf perekonomian masyarakat sekitar. Terlebih, sejarah lisan menyatakan di tempat tersebut pernah berdiri sebuah pasar tradisional.

Pembangunan Pasar Kamis dikomandani oleh Forum Jaga Lembur yang anggotanya merupakan warga sekitar. Meski dibangun, pasar tersebut boleh diisi oleh warga selain daerah Lembang. Lokasi berdirinya pasar berada di atas tanah milik salah seorang warga setempat. Luasnya sendiri sekitar satu hektare. "Sekarang sudah ada 120 lapak dagang yang dibangun secara semipermanen. Tinggal finishing-nya," kata dia.

Pasar Kamis direncanakan akan dibuka hanya pada dua hari, Kamis dan Ahad. Dibuka pasar pada hari Ahad supaya sekaligus bisa menarik kunjungan wisatawan yang datang ke Lembang. Apalagi, produk yang didagangkan di pasar juga beraneka ragam, seperti hasil kerajinan warga dan hasil produk pertanian.

Camat Lembang Endang Hadiat mengatakan pembangunan Pasar Kamis itu memang murni dari hasil swadaya masyarakat dan tidak ada bantuan dari pemerintah daerah. Berbagai dagangan yang akan dijual yaitu kuliner olahan, kerajinan buatan warga dan produk pertanian. Melihat keseriusan warganya, Endang berencana membantu warga dalam pembangunan pasar.

Bantuan ini berupa kenaikan status pasar agar menjadi pasar desa. Jika sudah menjadi pasar desa, para konsumen yang datang pun akan bertambah banyak. Namun, untuk menjadi pasar desa, tentu harus melalui tahapan uji coba terlebih dulu. Uji coba ini untuk memastikan kelayakan pendirian pasar. "Pastinya harus ada kajian dulu. Layak apa tidaknya. Tapi prinsipnya kita mendukung pendirian pasar itu agar masyarakat bisa lebih sejahtera," ujar dia.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA