Wednesday, 23 Syawwal 1440 / 26 June 2019

Wednesday, 23 Syawwal 1440 / 26 June 2019

Pedagang Bendera Mulai Bermunculan Jelang Hari Kemerdekaan

Sabtu 30 Jul 2016 23:05 WIB

Red: Karta Raharja Ucu

Pedagang bendera musiman

Pedagang bendera musiman

Foto: Dok. Republika

REPUBLIKA.CO.ID, MUNTOK -- Sejumlah pedagang bendera musiman mulai memenuhi sejumlah ruas jalan dan pusat keramaian di Muntok, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

"Sudah sekitar satu pekan kami jualan, pembeli juga mulai meningkat untuk meramaikan perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-71," kata Ujang, pedagang bendera di Muntok, Sabtu (30/7).

Ia mengatakan, jumlah pembeli sudah mulai meningkat sedikit dibandingkan pekan lalu. Namun belum sesuai yang diharapkan.

"Kami perkirakan penjualan akan mencapai puncaknya pada minggu kedua Agustus," katanya. Pedagang dari Sukabumi, Jawa Barat tersebut mengatakan hampir setiap tahun sengaja berdagang di Pulau Bangka untuk mengais rezeki musiman.

Hal senada dikatakan Kandi, pedagang bendera berasal dari Garut, Jawa Barat yang sudah sekitar sebulan berdagang di daerah itu. "Sudah sekitar tujuh tahun, setiap bulan Juli hingga Agustus saya jualan di Pulau Bangka, lokasi berpindah-pindah mencari lokasi strategis di pusat kota," kata dia.

Menurut dia, hasil berjualan bendera, umbul-umbul, rontek, dan pernak-pernik tujuh belasan lumayan menguntungkan.

"Tahun lalu bisa mengumpulkan untung bersih sekitar Rp 7 juta selama berjualan," katanya.

Namun untuk tahun ini diperkirakan penjualan akan menurun sedikit dibandingkan tahun sebelumnya seiring lesunya perekonomian warga di daerah itu. Dia mengatakan, musim tahun ini tidak seramai tahun sebelumnya karena dia dalam sehari hanya bisa menjual antara Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribu sedangkan tahun sebelumnya rata-rata Rp 300 ribu per hari.

"Meskipun demikian tahun depan kami akan datang ke sini lagi karena masih cukup menguntungkan, pembelinya juga masih lumayan banyak," kata dia.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA