Tuesday, 20 Zulqaidah 1440 / 23 July 2019

Tuesday, 20 Zulqaidah 1440 / 23 July 2019

Dinkes Yogya Semprotkan Disinfektan di Sekitar Makam Petinggen

Jumat 11 Nov 2016 18:27 WIB

Rep: Yulianingsih/ Red: Fernan Rahadi

Pemakaman, ilustrasi

Pemakaman, ilustrasi

Foto: ina febriani

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta melakukan penyemprotan disinfektan di bekas longsoran makam di Petinggen, Karangwaru, Tegalrejo, Kota Yogyakarta. Ini dilakukan atas permintaan warga yang khawatir adanya penyebaran penyakit dari jenazah yang terbuka setelah terjadinya longsor di tebing sisi makam beberapa hari lalu. 

"Ada permintaan warga sehingga kita turun melakuklan penyemprotan," kata Sekretaris Dinkes Kota Yogyakarta Agus Sudrajat, Jumat (11/11).

Menurutnya, berdasarkan laporan surveillance setempat memang diwaspadai adanya penyebaran penyakit dari jenazah yang terbawa longsor. "Sangat mungkin ada bakteri disitu, makanya kita lakukan penyemprotan," katanya.

Menurut dia, kemungkinan penyakit yang dibawa dari lalat-lalat yang berterbangan dari lokasi longsoran makam. "Penyakit menular bisa ke pencernaan atau kulit, lebih baik pencegahan sebelum ada sesuatu," ujarnya.

Sementara itu menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta Agus Winarta, masyarakat Yogyakarta dan Sleman akhirnya bergotong royong secara swadaya melakukan perbaikan pada makam di Petinggen tersebut. Karena makam tersebut berada di  perbatasan Petinggen Karangwaru Tegalrejo dan Blunyahgede Sinduadi Mlati. "Saat ini masyarakat bergotong royong memperbaiki sendiri dengan bantuan material dari BPBD," ujarnya.

Agus menjelaskan, meski dikerjakan sendiri oleh masyarakat dan material seperti semen atau pasir dari BPBD DIY, Pemkot Yogya tetap membantu dengan menyiapkan sejumlah personel. Sedangkan Pemkab Sleman yang akan membuat desain talud yang akan dikerjakan. "Intinya nanti semua akan bekerja sama," ujarnya.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA