Monday, 19 Zulqaidah 1440 / 22 July 2019

Monday, 19 Zulqaidah 1440 / 22 July 2019

Jembatan Penghubung Desa di Bima Terputus

Senin 13 Feb 2017 20:38 WIB

Red: Ilham

Jembatan putus (ilustrasi)

Jembatan putus (ilustrasi)

Foto: harianjogja.com

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM -- Hujan lebat yang mengguyur Kabupaten Bima membuat debit air di sungai sangat tinggi. Akibatnya, jembatan penghubung sejumlah desa di Kecamatan Belo, Kabupaten Bima, terputus akibat derasnya aliran air sungai pada Senin, sekitar 18.00 WITA. 

"Jembatan tersebut menghubungkan Desa Tente, Cenggu, Nunggu, Renda, Ngali, Ncera, dan Karumbu," kata Kasubid Penanganan Darurat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima, Bambang Hermawan.

Dari laporan sementara, air sungai yang mengalir cukup deras belum sampai merendam pemukiman penduduk. Namun, putusnya jembatan tersebut menyebabkan warga Desa Cenggu dan desa lainnya tidak bisa pulang ke rumah masing-masing. "Malam ini kami berangkat ke lokasi untuk mengecek kondisi jembatan dan warga yang terjebak," ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Bima Kabupaten AKBP M Eka Fathurrahman, bersama Wakil Bupati Bima Dahlan M Noer, meninjau kondisi jembatan yang putus tersebut. "Lokasi jembatan dekat rumah Kepala Desa Cenggu," kata Eka Fathurrahman, melalui pesan singkat.

Banjir juga melanda Kecamatan Woha, Kabupaten Bima pada Minggu (12/2). Banjir menerjang sekitar pukul 16.30 WITA, dengan ketinggian air mencapai lutut orang dewasa.

Air turun dari wilayah pegunungan di Kecamatan Parado, pada saat hujan deras merendam Desa Naru, Kecamatan Woha. Lebih dari 500 rumah penduduk tergenang banjir mulai pukul 20.00 WITA.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA