Friday, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 December 2019

Friday, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 December 2019

Ini Kronologi Bentrok Pengemudi Taksi dengan Ojek Online di Solo

Rabu 15 Mar 2017 14:06 WIB

Rep: Andrian Saputra/ Red: Teguh Firmansyah

Bentrok terjadi antara sopir taksi dan pengemudi ojek online di Solo Rabu (15/3) pagi.

Bentrok terjadi antara sopir taksi dan pengemudi ojek online di Solo Rabu (15/3) pagi.

Foto: Republika/Andrian Saputra

REPUBLIKA.CO.ID,  SOLO --- Bentrok antara sopir taksi dengan pengemudi ojek online (daring) terjadi di Solo pada Rabu (15/3) pagi tadi. Bentrok yang terjadi di Jalan Jendral Sudirman, dipicu dari aksi pengusiran pengemudi ojek daring oleh sopir taksi di depan Stasiun Purwosari.

Nanang, salah satu pengemudi ojek daring mmenjelaskan sekitar pukul 10.00 pagi, puluhan sopir taksi membawa pentungan melakukan pengusiran terhadap sejumlah pengemudi ojek daring yang berada di Purwosari.

Pengemudi ojek daring pun lari tunggang langgang terlebih karena sopir taksi membawa pentungan. Malang bagi Nanang, karena tak sempat menyalakan mesin motornya, dia memilih meninggalkan kendaraannya itu.
 
"Saya lari tapi motor saya dirusak, saya keberatan. Ini yang saya laporkan ke polisi," tutur Nanang saat melaporkan kejadian penyerangan yang dialaminya di Mapolresta Solo pagi tadi.

Selang satu jam giliran Ariel, seorang sopir taksi yang sedang beroperasi melewati jalan Selamet Riyadi di kawasan Stasiun Purwosari mendapat serangan lemparan batu dari pengemudi ojek daring.

Awalnya, Ariel yang melihat sekelompok pengemudi ojek daring mengulurkan tangan dengan maksud mengejek. Ejekan itu pun dibalas oleh pengemudi ojek daring dengan melakukan pelemparan batu ke mobil yang dikendarai oleh Ariel. "Saya memang menjulurkan tangan, lalu mereka lempat batu ke kaca mobil. Tapi saya jalan terus," tuturnya.

Puncaknya, bentrokan terjadi di Jalan Jendral Sudirman tepat di depan Balai Kota Solo. Bermula saat seratusan sopir taksi, pengemudi ojek pangkalan dan tukang becak sedang melakukan aksi unjukrasa menolak keberadaan ojek daring di halaman depan Balai Kota Solo.

Massa yang telah terkoordinasi dan masuk ke halaman depan Balai Kota Solo tiba-tiba buyar berlarian ke Jalan Jendral Sudirman saat melihat konvoi pengemudi ojek daring. Bentrok pun terjadi, seroang pengemudi ojek daring yang tertinggal konvoi, menjadi bulan-bulanan sopir taksi. Pengemudi ojek daring itu berkali-kali mendapat bogem mentah dari sopir taksi.

Baca juga, Pengemudi Taksi dan Ojek Online Terlibat Bentrok.

Melihat rekannya dipukuli, puluhan pengemudi ojek daring lainnya berusaha membantu. Namun polisi yang berpatroi berhasil menghalau pengemudi ojek daring.  Bentrok tersebut menyebabkan kemacetan di Jalan Jendral Sudirman depan Balai Kota Solo.

"Ya, ini sepertinya dipicu konflik di Purwosari. Kami sudah lakukan patroli untuk mencegah bentrokan terjadi lagi," tutur Kasat Reskrim Polresta Solo, Kompol  Agus Puryadi.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA