Jumat, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Jumat, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Warga Keluhkan TPS Liar di Kabupaten Bandung

Sabtu 18 Mar 2017 04:55 WIB

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Andi Nur Aminah

Pengendara motor melintas di samping tumpukan sampah (ilustrasi)

Pengendara motor melintas di samping tumpukan sampah (ilustrasi)

Foto: Mahmud Muhyidin

REPUBLIKA.CO.ID, SOREANG -- Warga Kampung Ceuri, Desa dan Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung mengeluhkan tumpukan sampah liar di lingkungan tempat tinggal mereka. Bahkan, tumpukan sampah itu juga tidak jauh dari SMK 1 Katapang. 

"Di TPS liar itu, yang buang sampah bukan hanya warga sekitar tapi pengguna jalan juga. Saya risih, apalagi akibatnya lalat ada dimana-mana," ujar Dede Hidayatulloh (50), Jumat (17/3).

Ia menuturkan, di wilayahnya tersebut tidak ada TPS. Sehingga bermunculan TPS-TPS liar. Masyarakat bingung membuang sampah kemana sehingga cara yang mudah di buang di tepi jalan.

Menurutnya, jika terus dibiarkan, dikhawatirkan tumpukan sampah tersebut akan menganggu kesehatan masyarakat sekitar. Apalagi, jika hujan terjadi sampah semakin bau dan berserakan kemana-mana. 

Tidak hanya itu tumpukan sampah liar terlihat di salah satu sudut jalan alternatif Cingcin-Ceuri. Sampah terlihat menumpuk sepanjang lebih dari 10 meter terlihat di tepi jalan. Di Kabupaten Bandung sendiri sering terlihat tumpukan sampah liar. 

Praktisi pengelolaan sampah, Sonson Garsoni menilai penyediaan tempat pembuangan sampah dan terpadu di Kabupaten Bandung masih minim. Tidak hanya itu, cara pemerintah menyelesaikan permasalahan sampah masih tradisional dengan model kumpulkan, angkut dan buang. "Seharusnya sampah itu harus habis atau berkurang di lokasi kemunculannya," ujarnya. 

Tidak hanya itu, dia menilai sosialisasi tentang upaya menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah sembarangan masih kurang dan tidak tepat sasaran. 

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA