Kamis, 17 Syawwal 1440 / 20 Juni 2019

Kamis, 17 Syawwal 1440 / 20 Juni 2019

202 KK di Langkat Masih Terdampak Banjir

Senin 10 Apr 2017 17:29 WIB

Red: Yudha Manggala P Putra

Banjir (ilustrasi).

Banjir (ilustrasi).

Foto: Republika/Raisan Al Farisi

REPUBLIKA.CO.ID, LANGKAT, SUMUT -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Langkat, Sumatra Utara, menyatakan masih terdapat 202 kepala keluarga di Kecamatan Tanjungpura, Sei Lepan dan Padang Tualang yang terendam banjir dengan ketinggian air bervariasi antara 10-100 sentimeter.

"Masih terdapat banjir yang merendam pemukiman warga di tiga kecamatan," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah Noto Amtojo di Stabat, Senin (10/4).

Noto menjelaskan seperti di dusun Teratai desa Teluk Bakung Kecamatan Tanjungpura 20 kepala keluarga masih terendam banjir setinggi 10 centimeter, termasuk di dusun I, II, V, VI Desa Pematang Cengal Barat sebanyak 76 kepala keluarga juga masih terendam banjir mencapai 15 sentimeter.

Selain itu di dusun I Melati dusun II Cempaka Desa Paya Perupuk Kecamatan Tanjungpura masih terdapat 63 kepala keluarga yang juga kediamannya terendam banjir setinggi 90-100 sentimeter. "Kita berharap kalau hujan tidak turun beberapa hari ke depan ini, air yang merendam pemukiman warga akan segera surut," ujarnya.

Sementara itu untuk kecamatan Sei Lepan terdapat 28 kepala keluarga yang rumahnya masih terendam banjir berada di desa Harapan Baru dan Harapan Jaya dengan ketinggian air 25-30 sentimeter. "Aktivitas warga juga di kawasan ini mulai kembali normal, namun demikian petugas BPBD masih terus melakukan 'monitoring' terhadap rumah warga yang terendam banjir," katanya.

Demikian juga dengan warga yang bermukim di dusun Sari Rejo desa Jati Sari kecamatan Padang Tualang terdapat 15 kepala keluarga yang masih terendam banjir setinggi 30 sentimeter.

"Pada semua kawasan banjir yang merendam pemukiman warga di tiga kecamatan itu petugas masih terus disiagakan untuk melakukan pemantauan, pendataan, verifikasi maupun monitoring mana tau sewaktu-waktu kondisi air semakin naik," sambungnya.

Pihaknya hanya berharap hujan tidak kembali turun di berbagai kecamatan yang warganya masih terendam banjir agar kondisi penanggulangan bisa dilakukan secepatnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA