Friday, 14 Sya'ban 1440 / 19 April 2019

Friday, 14 Sya'ban 1440 / 19 April 2019

Sebagian SMPN di Bantul Terapkan Sekolah Lima Hari

Jumat 29 Sep 2017 12:00 WIB

Red: Winda Destiana Putri

Siswa-siswi Sekolah Dasar bermain di halaman di sekolahnya. (ilustrasi)

Siswa-siswi Sekolah Dasar bermain di halaman di sekolahnya. (ilustrasi)

Foto: Republika/Yasin Habibi

REPUBLIKA.CO.ID, BANTUL -- Sebagian Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menerapkan sekolah lima hari sesuai Peraturan Presiden diterbitkan beberapa waktu lalu. Setidaknya ada tiga SMPN dari 47 SMP Negeri se-Bantul yang menerapkan sekolah lima hari sepekan yaitu SMPN 1 Bantul, SMPN 2 Bantul dan SMPN 3 Banguntapan, sedangkan SMP swasta tidak terdata berapa sekolah yang lima hari.

"Untuk full day school sementara ini sudah ada beberapa sekolah di Bantul yang menerapkan lima hari, dan sampai sekarang masih jalan terus," kata Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Pemerintah Kabupaten Bantul Daeng Daeda di Bantul, Jumat (29/9).

Terbitnya Perpres itu memberi pilihan bagi sekolah untuk menerapkan sekolah lima hari atau enam hari dalam sepekan, dengan aturan itu pula otomatis menggantikan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tentang lima hari sekolah yang sebelumnya diterbitkan. "Makanya ini kita akan melihat sekolah yang nanti mampu melaksanakan lima hari dengan pemantauan dari tim kita, kalau betul-betul mampu silahkan, prinsip sekolah mampu melaksanakan dipersilahkan, karena intinya dibebaskan aturannya seperti itu," katanya.

Daeng mengatakan penerapan sekolah lima hari sepekan di beberapa sekolah nantinya juga akan dievaluasi setelah satu semester berjalan, apakah berjalan efektif bagi sekolah atau sebaliknya, dan itu jadi rekomendasi apakah sekolah boleh lanjut atau tidak.

"Karena ini baru berjalan belum ada satu semester, namun setelah selesai baru kita evaluasi, tetapi selama ini berjalan dengan baik. Dari pantauan kami tidak masalah dalam artian orang tua cenderung mendukung sekolah lima hari," katanya.

Ia mengatakan sejauh ini juga belum ada laporan dari tenaga pendidik di Bantul yang kualahan atau mengeluh karena menerapkan sekolah lima hari, namun demikian, jika ada keluhan atau masyarakat mengetahui hal itu bisa melaporkan agar bisa menjadi pertimbangan.

"Belum ada keluhan yang 'terengah-engah', kalau ada bisa diinfokan. Dan memang kalau orang tua yang punya kesibukan justru nyaman dengan lima hari. Dan di Bantul itu sekolah lima hari tidak semua, namun hanya beberapa sekolah sebagai percontohan," katanya.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

 

BERITA LAINNYA