Monday, 15 Safar 1441 / 14 October 2019

Monday, 15 Safar 1441 / 14 October 2019

Kapolres Banyumas Usut Aparat yang Diduga Pukul Wartawan

Selasa 10 Oct 2017 14:24 WIB

Rep: Mabruroh/ Red: Andri Saubani

Aksi kekerasan yang dilakukan polisi dan satpol PP, saat membubarkan aksi demonstrasi penolakan pembangunan PLTP Baturaden, Senin (9/10) malam.

Aksi kekerasan yang dilakukan polisi dan satpol PP, saat membubarkan aksi demonstrasi penolakan pembangunan PLTP Baturaden, Senin (9/10) malam.

Foto: istimewa/doc pwi banyumas

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Polisi memastikan akan mengusut tuntas kasus kekerasan yang menimpa wartawan Metro TV, Darbe Tyas, pada Senin (9/10) malam. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kapolres Banyumas AKBP Bambang Yudhantara Salamun. "Jadi intinya kita tindak lanjuti semua," ujar Bambang saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon di Jakarta, Selasa (10/10).

Saat ini terangnya, penyidik tengah melakukan pemeriksaan terhadap anggota yang semalam ikut melakukan aksi pengamanan demo. Demo tersebut berkaitan dengan penolakan masyarakat terhadap pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB) Gunung Slamet di Banyumas. "Kita proses anggota yang terlibat," ujar dia.

Pemeriksaan, menurutnya, merupakan bukti bahwa polisi tidak akan mengabaikan dugaan adanya aksi kekerasan yang menimpa wartawan. Sekali lagi, Bambang menegaskan jika pihaknya akan mengusut tuntas kasus tersebut. "Tengah dilakukan (pemeriksaan), kita akan tindak lanjut sampai tuntas," terang dia.

Untuk diketahui, pada Senin (9/10) malam beberapa wartawan diduga menjadi korban kekerasan. Beberapa di antaranya mendapatkan pukulan hingga penyitaan alat peliputan. Aksi tersebut terjadi saat aparat polisi dan Satpol PP berusaha untuk membubarkan masa demo sekitar pukul 22.00 WIB.



BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

 

BERITA LAINNYA