Monday, 15 Ramadhan 1440 / 20 May 2019

Monday, 15 Ramadhan 1440 / 20 May 2019

Ratusan Korban Banjir di Langkat Mengungsi

Rabu 11 Oct 2017 22:39 WIB

Red: Yudha Manggala P Putra

Banjir (ilustrasi)

Banjir (ilustrasi)

Foto: TMC

REPUBLIKA.CO.ID, LANGKAT, SUMUT -- Ratusan warga korban banjir Sei Besitang di Kecamatan Besitang Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, mengungsi ke berbagai tempat pengungsian termasuk di badan jalan lintas Sumatra dari Medan menuju Aceh.

"Kami mengungsi ke tempat yang lebih aman karena kediaman kami terendam setinggi 1,5 meter," kata salah seorang warga Desa Sekoci Niatur Boru Silaban di Sekoci Besitang, Rabu (11/10).

Niatur Silaban menjelaskan air yang datang secara tiba-tiba itu merendam kediamannya walaupun rumahnya tinggi namun air masuk juga, akibatnya dia dan keluarga harus mengungsi untuk menyelamatkan diri. "Banjir kali ini cukup tinggi membuat kami harus meninggalkan rumah, apalagi dikhawatirkan hujan akan turun," katanya di lokasi pengungsian yang ada di dekat Kantor Desa Sekoci.

Kedatangan warga di lokasi pengungsian juga setelah sebelumnya tim Tagana Dinas Sosial, Marinir maupun Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) menurunkan perahu karet untuk menolong warga supaya segera mengungsi karena banjir semakin besar.

Sementara itu di Desa Bukit Kubu Besitang terdapat ratusan warga yang mengungsi di jalan protokol lintas Sumatera dari Medan menuju Aceh. Mereka mengungsi akibat rumah mereka terendam banjir yang cukup tinggi.

"Warga mengungsi di pinggir jalan lintas Sumatera Utara ini untuk sementara ini menunggu air surut setelah itu warga akan kembali ke rumah mereka," kata Baktiar warga Bukit Kubu.

Di lokasi pengungsian juga sudah didirikan dapur umum untuk melayani warga dan bantuan juga sudah ada yang datang dari Pemkab Langkat berupa mi instan, sarden dan beras. "Dapur umum didirikan karena banyaknya rumah warga yang terendam banjir," katanya.

Asisten Pemerintahan Pemkiab Langkat Abdul Karim bersama Kadis Sosial Rina Marpaung, Camat Besitang Ibnu Hajar terlihat bersama-sama di berbagai lokasi pengungsian untuk melakukan pendataan.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

 

BERITA LAINNYA