Thursday, 17 Syawwal 1440 / 20 June 2019

Thursday, 17 Syawwal 1440 / 20 June 2019

Luhut: Pencemaran Sungai Citarum Masalah Nasional

Rabu 22 Nov 2017 23:04 WIB

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Bayu Hermawan

Sungai Citarum di Kabupaten Bandung

Sungai Citarum di Kabupaten Bandung

Foto: Antara/M Agung Rajasa

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Pencemaran Sungai Citarum hingga saat ini masih menjadi persoalan yang masih harus dicari penyelesaiannya. Bahkan,Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menilai,masalah Sungai Citarum merupakan masalah nasional yang perlu memperoleh perhatian bersama. Oleh karena itu, pihaknya mengajak perguruan tinggi, masyarakat hingga para ulama untuk ikut bergerak menyelamatkan Sungai Citarum.

"Jadi ini masalah nasional yang menjadi perhatian bersama. Kami ingin melibatkan perguruan tinggi, masyarakat dan alim ulama untuk bersama-sama mengatasi masalah ini," ujar Luhut saat ditemui di Hotel Aryaduta, Kota Bandung, Rabu (22/11).

Menurut Luhut berbagai upaya yang dilakukan baik itu oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah tapi tak mampu menyelesaikan masalah di sungai paling panjang di Jawa Barat tersebut. Oleh karena itu, untuk menyelesaikan permasalahan ini, ia mengundang berbagai pihak terkait. Di antaranya, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Doni Monardo, Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto dan para pegiat lingkungan menggelar pertemuan.

Luhut mengatakan, berbagai masalah dan solusi dibahas dalam pertemuan tersebut. Semua pihak juga sepakat untuk bersama-sama menyelamatkan Sungai Citarum demi kehidupan generasi yang akan datang. Bahkan, ia menilaiperlu ada integrasi program demi menyelesaikan masalah di Sungai Citarum. Jangan sampai program yang dilakukan saling tumpang tindih satu sama lainnya.

"Sekarang (program harus) terintegrasi, sekarang kita melibatkan Pangdam, Kapolda, bupati," katanya.

Luhut mengatakan, adanya usulan terkait pembentukan Badan Otoritas Citarum dari Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, akan ia kaji. Karena, memang membereskan masalah pencemaran Citarum butuh koordinasi.

"Pak Aher bilang berkali-kali memang meminta saya untuk jadi komandannya. Saya pikir dengan tekad kita semua akan jalan," katanya.

Menurut Luhut, semua pihak memang harus ikut bekerja sama membereskan Citarum. Karena, kalau tak kerja sama ia khawatir akan menjadi musibah. Sumber air tersebut, harus dilindungi untuk masa depan.

"Kita fokus karena ini, masalah generasi datang. Anggaran kita lihat tapi ga butuh besar, tinggal sinkronisasikan saja," ujarnya.

Pembenahan Sungai Citarum tersebut, kata dia, ada pembangunan fisik juga. Namun, anggarannya tak harus anggaran besar. Bisa saja, mengumpulkan dana CSR pabrik yang puluhan tahun membuang limbah ke Citarum. "Jangan membuang limbah, tapi harus membuat Ipal," ucapnya.

Luhut menegaskan, sungai Citarum menjadi perhatian karena saat ini menjadi sungai terkotor di dunia. Sekarang, yang terkontaminasi limbah ke sungai nantinya akan mengotori laut dan pariwisata. Sehingga, ia bertekad untuk menangani ini.

"Kerja sama ini sepertinya akan berjalan, menteri perindustrian akan mengimpulkan industri-industri untuk tidak buang limbah lagi sehingga cost limbah harus dimasukan ke struktur cost produksi mereka," katanya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

 

BERITA LAINNYA