Tuesday, 13 Rabiul Akhir 1441 / 10 December 2019

Tuesday, 13 Rabiul Akhir 1441 / 10 December 2019

Banjir Meluas, Satu Jembatan Terputus di Bantul

Rabu 20 Dec 2017 22:57 WIB

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Andi Nur Aminah

Kondisi jembatan di Desa Srimulyo, Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta yang putus akibat terjangan air sungai yang meluap, Rabu (20/12)

Kondisi jembatan di Desa Srimulyo, Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta yang putus akibat terjangan air sungai yang meluap, Rabu (20/12)

Foto: Pusdalops BPBD

REPUBLIKA.CO.ID, BANTUL -- Kejadian pohon tumbang, banjir dan longsor meluas akibat hujan yang terus turun sejak Rabu (20/12) sore di wilayah sekitar DI Yogyakarta. Bahkan, satu jembatan yang menjadi penghubung desa-desa di Kabupaten Bantul terputus akibat debit air sungai meninggi.

Salah satu jembatan yang ada di Desa Srimulyo, Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul, putus akibat terjangan air sungai dan angin kencang yang terjadi Rabu sore. Walau tampak masih tersangkut, jembatan itu sudah sangat tidak bisa dilewati.

Jembatan sendiri sebagian besar terbuat dari bambu-bambu yang dirangkai, baik untuk alas maupun pegangan bagian kiri dan kanan. Selain di jembatan, kerusakan tampak terjadi di jalan-jalan penyangga yang ada di dua ujung jembatan.

Bahkan, satu sisi jalan tempat bambu-bambu itu berpangku mengalami patah dan sudah hampir jatuh ke arah sungai. Saat hujan, air malah sempat menggenangi jembatan yang akhirnya terputus akibat terjangan air.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengatakan, terdapat tujuh titik banjir di Kabupaten Bantul yang menerjang tiga kecamatan yaitu Piyungan, Pleret dan Jetis. Selain itu, ada satu pohon tumbang yang terjadi akibat angin kencang.

Banjir turut menggenangi permukiman, kandang-kandang ternak dan memaksa sebagian warga terdampak mengungsi. Sejauh ini masyarakat mengungsi masih menumpang ke tetangga yang tidak terdampak banjir.

Dari Kabupaten Sleman, terdapat sembilan titik pohon tumbang, dua titik longsor dan empat titik banjir. Kejadian berdampak ke setidaknya enam kecamatan mulai Prambanan, Ngemplak, Condongcatur, Minggir, Kalasan dan Berbah.

Dari Kabupaten Kulonprogo, terdapat delapan titik longsor, satu titik banjir dan satu potensi retakan tanah. Kejadian berdampak ke empat kecamatan yaitu Girimulyo, Samigaluh, Pengasih dan Kalibawang.

Dari Kabupaten Gunungkidul, terjadi luapan air yang mengakibatkan dua titik banjir dan satu kejadian tanah longsor. Hujan yang terus terjadi berdampak ke empat kecamatan yaitu Tanjungsari, Nglipar, Patuk dan Gedangsari.

Sebagian besar kejadian banjir, longsor maupun pohon tumbang mengakibatkan rumah rusak, akses jalan terputus dan sejumlah failitas pendidikan rusak. Sejumlah penanganan telah dilakukan tim gabungan BPBD< TNI, Polri, relawan dan tentu masyarakat.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA