Minggu, 21 Ramadhan 1440 / 26 Mei 2019

Minggu, 21 Ramadhan 1440 / 26 Mei 2019

Wakil Wali Kota Pantau Kasus Pelajar Sukabumi yang Meninggal

Sabtu 13 Jan 2018 21:15 WIB

Rep: Riga Iman/ Red: Esthi Maharani

Wakil Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi (kanan)

Wakil Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi (kanan)

Foto: Republika/Riga Nurul Iman

REPUBLIKA.CO.ID,  SUKABUMI -- Wakil Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi memberikan perhatian khusus terhadap kasus meninggalnya pelajar SMA pada saat karya wisata di Yogyakarta. "Saya merasa prihatin dan turut berduka cita atas meninggalnya Aditya," ujar Wakil Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi pada saat menemui keluarga Aditya di RSUD Syamsudin SH, Sabtu (13/1) sore.

Sebelumnya, seorang pelajar SMA 3 Sukabumi yakni M Aditya Darmawan (16 tahun) meninggal dunia pada Jumat (12/1) di Yogyakarta. Pada saat itu Aditya sempat menjalani perawatan medis di RSUD Yogyakarta. Jenazah Aditya langsung dibawa ke Sukabumi dan menjalani otopsi untuk mengetahui penyebab meninggalnya.

Menurut Fahmi, dari informasi yang diperolehnya penyebab meninggalnya Aditya masih menunggu hasil laboratorium. Fahmi berharap, pihak sekolah dan orangtua tetap tenang dalam menyikapi kasus tersebut. "Insya Allah tidak ada hal-hal yang mencurigakan atau mengkhawatirkan, kami serahkan sepenuhnya kepada aparat," imbuh dia. 

Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Susatyo Purnomo Condro mengatakan, polisi berkoordinasi dengan forensik untuk melakukan otopsi. Langkah ini dilakukan agar penyebab kematian bisa diungkap. Selain itu lanjut Susatyo, polisi juga memeriksa sejumlah saksi terkait kasus meninggalnya pelajar SMA 3 Sukabumi. Di antaranya sekolah dan pengelola travel wisata yang memberangkatkan rombongan tersebut.

Paman Aditya, Asep (47) kepada wartawan di RSUD Syamsudin SH Kota Sukabumi mengatakan, pada saat berangkat kondisi Aditya dalam keadaan sehat. Bahkan kata dia pada saat pamitan Aditya bersemangat dan tidak ada tanda sakit.

Keluarga lanjut Asep, belakangan mendapatkan informasi bahwa Aditya mengeluh sakit pada saat tiba di Bandung. Namun, lanjut dia, Aditya tetap ikut hingga ke Yogyakarta. Asep menerangkan, informasi Aditya yang mengalami sakit ini seharusnya segera diberitahukan sekolah ke keluarga di Sukabumi pada saat mengeluh sakit di Bandung. Sehingga lanjut dia Aditya bisa ditangani dengan baik oleh keluarga.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA