Selasa, 16 Ramadhan 1440 / 21 Mei 2019

Selasa, 16 Ramadhan 1440 / 21 Mei 2019

Warga Jakarta-Bandung Diprediksi 75 Juta pada 2045

Rabu 04 Apr 2018 13:29 WIB

Red: Andi Nur Aminah

Menteri Bappenas Bambang Brodjonegoro

Menteri Bappenas Bambang Brodjonegoro

Foto: Republika/Debbie Sutrisno
Bappenas sedang menyusun sebuah dokumen berisi visi Indonesia pada 2045.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Menteri Perancanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro memprediksi jumlah penduduk di Jakarta dan Bandung pada 2045 mencapai 75 juta orang terkait urbanisasi. "Ini bukan kekhawatiran tapi ini saya membuat prediksi bahwa Bandung Jakarta pada tahun 2045 itu mencapai 60 hingga 75 juta orang," kata Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, usai menjadi pembicara pada acara The 1st ITB Centennial and 4th Planocosmo International Conference on Infrastructure Development: "Transforming beyond Borders, Starting the New Urban Agenda", di Aula Barat Kampus Institut Teknologi Bandung (ITB), Rabu (4/4).

Menurut dia, Bappenas sedang menyusun sebuah dokumen yang berisi tentang visi Indonesia pada tahun 2045. Salah satu konsep yang sedang diproyeksikan adalah perkembangan Jakarta dan Bandung yang diperkirakan bakal makin menarik di 27 tahun yang akan datang itu.

"Urbanisasi di Jakarta dan Bandung makin besar karena perkembangan di wilayah Bandung akan lebih ke utara sedangkan di wilayah jakarta lebih ke timur sehingga wilayah metropolitan Jakarta Bandung itu bertemu, menjadi satu area megapolitan urban," kata dia.

Ia mengatakan Indonesia bisa mencontoh Jepang terkait pengembangan area megapolitan urban yang berhasil mengembangkan dua daerahnya yakni Tokyo dan Yokohama. "Seperti contoh di Tokyo dan Yokohama, dua kota besar yang kemudian jadi wilayah megapolitan, karena kita belum memiliki pengalaman seperti itu maka kita harus persiapkan infrastrukturnya dari sekarang baik itu di Jakarta atau di Bandung. Itu poin yang harus saya angkat karena pada saat 2045 urbanisasi di Jawa itu sudah 80 persen," kata dia.

Dia menuturkan ada sejumlah hal yang harus diantisipasi terkait urbanisasi di Jakarta dan Bandung. Pertama, pembangunan infrastruktur. Kedua, harus menciptakan sumber pertumbuhan baru agar penumpukan pendudukan dan pertumbuhan ekonominya tidak hanya terjadi di satu wilayah saja seperti Pulau Jawa.

"Tentunya sektor infrastruktur harus digenjot seperti membangun transportasi massal, persoalan urbanisasi ini harus benar-benar diantisipasi oleh pemerintah dan urbanisasi ini bukan saja persoalan di Jawa namun juga untuk saat ini sudah menjadi persoalan di semua wilayah," kata dia.

Lebih lanjut ia mengatakan pada tahun 2045, Indonesia akan mengalami pertumbuhan penduduk yang besar dan peningkatan diprediksi mencapai 63,4 juta atau 24,7 persen. Kemudian sekitar 67,1 persen populasi akan tinggal di daerah perkotaan.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA