Thursday, 18 Ramadhan 1440 / 23 May 2019

Thursday, 18 Ramadhan 1440 / 23 May 2019

Tingkat Konsumsi Sayur dan Buah Yogyakarta Dinilai Rendah

Jumat 13 Apr 2018 16:48 WIB

Red: Yudha Manggala P Putra

Seorang petugas memeriksa barang-barang berupa sayuran, buah-buahan dan makanan olahan di sebuah supermarket di Kota Bandung, Rabu (20/12).

Seorang petugas memeriksa barang-barang berupa sayuran, buah-buahan dan makanan olahan di sebuah supermarket di Kota Bandung, Rabu (20/12).

Foto: Republika/Edi Yusuf
Kebutuhan sayur per hari orang rata-rata mencapai 400 gram dan buah 150 gram.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Tingkat konsumsi sayur dan buah oleh masyarakat di Kota Yogyakarta dinilai masih rendah. Dibanding kecukupan konsumsi untuk zat gizi lain yaitu karbohidrat dan protein yang dinilai sudah memenuhi standar,  konsumsi sayur-buah perlu ditingkatkan.

"Ada beberapa faktor yang memengaruhi tingkat konsumsi sayur dan buah. Mungkin saja banyak masyarakat yang kurang suka padahal mereka paham bahwa mereka membutuhkan konsumsi makanan dengan gizi seimbang," kata Kepala Seksi Konsumsi Kewaspadaan Pangan dan Penyuluhan Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta Sri Panggarti di Yogyakarta, Jumat (13/4).

Menurut dia, kebutuhan sayur setiap hari rata-rata mencapai sekitar 400 gram per orang dan untuk buah mencapai sekitar 150 gram per hari. Namun, standar pemenuhan gizi seimbang untuk sayur dan buah belum tercukupi.

"Misalnya saja saat membeli makanan di warung. Sebenarnya, kebutuhan karbohidrat dan protein terpenuhi, namun untuk sayur sangat kurang karena biasanya hanya diberikan lalapan berupa sepotong ketimun dan sedikit sayur lain," katanya.

Oleh karena itu, lanjut dia, Dinas Pertanian dan Pangan akan terus melakukan sosialisasi mengenai pemenuhan gizi seimbang ke wilayah melalui kelurahan. "Yang penting, masyarakat harus selalu diingatkan untuk memenuhi gizi seimbang," katanya.

Selain itu, upaya untuk menyosialisasikan pemenuhan gizi seimbang dilakukan melalui lomba di wilayah dengan diversifikasi bahan makanan pengganti nasi, seperti dari singkong, ubi atau kentang dan jagung.

"Diversifikasi bahan makanan ini juga penting untuk pemenuhan gizi seimbang. Harapannya, warga di wilayah juga bisa memanfaatkan lahan pekarangan di rumah mereka untuk bercocok tanam sayur dan buah," katanya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi mengatakan, olahan makanan yang beragam akan mendukung pemenuhan gizi seimbang untuk keluarga sekaligus mendukung perkembangan Yogyakarta sebagai kota tujuan wisata.

"Kuliner yang beragam juga menjadi daya tarik bagi wisatawan. Saat ada makanan yang enak, walaupun tempatnya jauh atau sulit dijangkau akan tetap didatangi wisatawan," katanya.

Sedangkan untuk pemenuhan gizi seimbang, Heroe mengatakan sudah berusaha menerapkan pola makanan yang sehat dengan memperbanyak konsumsi sayur dan buah.

"Bahkan, makanan yang disajikan saat rapat dinas pun harus memenuhi syarat kesehatan. Misalnya mengurangi makanan yang digoreng dan harus ada buah dan sayur," katanya yang mengaku sudah mulai membatasi konsumsi nasi.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA