Saturday, 26 Rabiul Awwal 1441 / 23 November 2019

Saturday, 26 Rabiul Awwal 1441 / 23 November 2019

Atraksi Paralayang Warnai Penetapan Ciletuh Geopark Dunia

Senin 16 Apr 2018 06:16 WIB

Rep: Riga Nurul Iman/ Red: Andi Nur Aminah

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menghadiri Geopark Ciletuh Palabuhanratu Fun Day Towards Unesco Global Geopark di Pantai Palampang Kecamatan Ciemas yang diisi kegiatan paralayang Ahad (15/4).

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menghadiri Geopark Ciletuh Palabuhanratu Fun Day Towards Unesco Global Geopark di Pantai Palampang Kecamatan Ciemas yang diisi kegiatan paralayang Ahad (15/4).

Foto: Republika/Riga Nurul Iman
Kegiatan paralayang untuk mempromosikan Geopark Ciletuh.

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Atraksi paralayang mewarnai penetapan Geopark ciletuh Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat menjadi geopark dunia, Ahad (15/4). Hal ini dilakukan setelah United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization ( unesco ) secara resmi mengakui Geopark Ciletuh Palabuhanratu beberapa hari lalu.

Kegiatan paralayang ini digelar dalam kegiatan Geopark Ciletuh Palabuhanratu Fun Day Towards UNESCO Global Geopark di Pantai Palampang, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Ahad. Dalam kesempatan tersebut hadir Gubernur Jawa Barat ahmad heryawan dan Bupati Sukabumi Marwan Hamami.

"Kegiatan paralayang sangat penting dikembangkan salah satunya di kawasan Geopark Ciletuh, terang Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kabupaten Sukabumi," Ning Wahyu kepada wartawan. Apindo menggagas kegiatan paralayang untuk mempromosikan Geopark Ciletuh yang baru saja diakui Unesco.

Menurut Ning Wahyu, pengembangan kegiatan paralayang di Ciletuh sangat layak dan bisa didalami lebih profesional. Bahkan masyarakat di sekitar Ciletuh bisa menciptakan lahan dirgantara untuk paralayang yang tingkatnya bisa skala internasional.

Selain aksi paralayang, Ning Wahyu mengatakan, kegiatan lainnya yakni penanaman pohon yang dilakukan di sekitar Pantai Palampang. Kegiatan ini sebagai bagian dari upaya penghijauan di kawasan Ciletuh.

Ning Wahyu menerangkan, pengembangan geopark menjadi prioritas karena mempunyai potensi yang luar biasa. Pasalnya di satu area terdapat berbagai potensi yakni ada curug atau air terjun, puncak gunung dan pantai. Sehingga layak untuk dipromosikan sebagai sebagai wisata luar biasa.

Ke depan, Ning Wahyu mengungkapkan, yang perlu dibenahi adalah jaringan sinyal internet karena berpengaruh pada komunikasi. Pembenahan lainnya menyangkut peningkatan sumber daya manusia yang sebenarnya sudah mempunyai modal keterampilan yang memadai.

Gubernur Jabar Ahmad Heryawan mengatakan, Pemprov Jabar menyambut positif kegiatan dalam rangka menyambung Geopark Ciletuh menjadi geopark dunia. "Masyarakat Sukabumi dan Jabar gembira karena ini merupakan geopark dunia pertama yang ada di Jabar," cetus dia.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA