Monday, 17 Sya'ban 1440 / 22 April 2019

Monday, 17 Sya'ban 1440 / 22 April 2019

Lebaran, Pemkot Bandung Terjunkan 1.200 Petugas Kebersihan

Sabtu 16 Jun 2018 11:54 WIB

Red: Karta Raharja Ucu

Petugas kebersihan (ilustrasi)

Petugas kebersihan (ilustrasi)

Foto: Republika/Musiron
Petugas-petugas itu diterjunkan di area-area wisata.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Pemerintah Kota Bandung menerjunkan 1.200 petugas kebersihan selama libur Lebaran 2018. Ribuan petugas itu akan bertugas di seluruh wilayah Kota Bandung terutama area-area wisata.

"Total ada 1.200 petugas kita yang siap bekerja menjaga kebersihan Kota Bandung hingga tujuh hari setelah lebaran," ujar Direktur Utama PD Kebersihan Kota Bandung, Denny Nurdyana, saat dihubungi melalui telepon seluler, Sabtu (16/6).

Denny mengatakan, Kota Bandung masih menjadi kota favorit tujuan wisata. Hal tersebut tentu akan berdampak pada meningkatnya volume sampah yang dihasilkan.

Meski begitu, ia mengaku siap menghadapi tantangan besar tersebut dengan membagi petugas ke dalam beberapa waktu kerja (shift). "Seperti biasa pagi, siang, sore, dan malam. Jadi akan bergantian," kata dia.

Walaupun telah menerjunkan petugas, ia tetap mengimbau kepada warga terutama wisatawan untuk tetap menjaga kebersihan. Ada petugas kebersihan bukan berarti para pelancong bisa buang sampah sembarangan.

"Jangan seenaknya juga. Tolong hargai mereka yang tetap bekerja pada hari libur. Lagi pula, kebersihan itu tanggung jawab bersama," katanya.

Hal senada diungkapkan Penjabat Sementara Wali Kota Bandung, Muhamad Solihin, yang mengimbau agar warga maupun wisatawan ke Bandung untuk senantiasa menjaga ketertiban dan kebersihan. "Kita telah berupaya seoptimal mungkin untuk menjadi tuan rumah yang baik. Kami juga berharap para wisatawan ini juga bisa menjadi tamu yang baik," katanya.

Ia sangat mempersilakan wisatawan, tak terkecuali warga kotanya, untuk menikmati suasana kota yang nyaman selama liburan. Ia menganjurkan agar warga lebih banyak menghabiskan waktu di taman-taman yang tidak memerlukan banyak biaya.

"Dan yang terpenting mereka, terutama anak-anak, jadi sering main di luar. Jangan terpaku terus pada gadget, mengurung diri di kamar," katanya.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA