Monday, 22 Safar 1441 / 21 October 2019

Monday, 22 Safar 1441 / 21 October 2019

Menhub akan Tata Transportasi Penyeberangan Danau Toba

Selasa 03 Jul 2018 16:36 WIB

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Muhammad Hafil

Warga memegang bersiap melemparkan bunga dalam prosesi tabur bunga untuk korban tenggelamnya KM Sinar Bangun di kawasan titik tenggelamnya kapal di Danau Toba, Sumatera Utara, Senin (2/7).

Warga memegang bersiap melemparkan bunga dalam prosesi tabur bunga untuk korban tenggelamnya KM Sinar Bangun di kawasan titik tenggelamnya kapal di Danau Toba, Sumatera Utara, Senin (2/7).

Foto: Antara/Sigid Kurniawan
TNI-Polri dilibatkan dalam pengawasan pelabuhan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menegaskan, akan melakukan berbagai upaya untuk menata transportasi penyeberangan Danau Toba. Salah satunya dengan membuat panitia ad hoc yang menjembatani pada masa kejadian sampai terbentuk suatu badan.

Budi menginginkan pembentukan tersebut bisa sesegera mungkin selesai. "Kepanitiaan diharapkan tidak lebih dari satu bulan," kata Budi di Kementerian Perhubungan, Selasa (3/7).

Selain itu, Budi menegaskan, Kemenhub juga menurunkan tim untuk mendidik 100 sampai 150 ribu warga di sekitar danau Toba. Warga yang dididik tersebut menurutnya akan direkrut sebagai petugas pelabuhan.

Untuk menata transportasi penyeberangan di lokasi tersebut, Budi mengatakan juga bekerja sama dengan TNI dan Polri. "Ini dilakukan untuk melakukan pengawalan terhadap fungsi pelabuhan," tutur Budi.

Budi mengharapkan upaya tersebut bisa berjalan dengan baik dan meningkatkan keselamatan transportasi penyeberangan. Dia mengharapkan bentuk upaya tersebut tidak hanya diterapkan di Danau Toba, tetapi juga di lokasi penyeberangan lain.

Sebelumnya, terjadi kecelakaan Kapal Motor (KM) Sinar Bangun di Danau Toba beberapa pekan lalu. Hingga kini, baru 21 orang dinyatakan selamat dan tiga penumpang ditemukan meninggal. Dengan begitu, masih ada 164 orang lainnya masih hilang.

Meski begitu, proses pencarian korban tenggelam kapal tersebut resmi ditutup pada hari hari ke-16. Proses pencarian korban tenggelam sebelumnya sudah diperpanjang sebanyak tiga kali. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA