Thursday, 20 Sya'ban 1440 / 25 April 2019

Thursday, 20 Sya'ban 1440 / 25 April 2019

Tim Gabungan Basarnas Mulai Kemasi Peralatan di Danau Toba

Selasa 03 Jul 2018 19:17 WIB

Red: Ratna Puspita

Keluarga korban tenggelamnya KM Sinar Bangun menabur bunga di kawasan titik tenggelamnya kapal di Danau Toba, Sumatera Utara, Senin (2/7).

Keluarga korban tenggelamnya KM Sinar Bangun menabur bunga di kawasan titik tenggelamnya kapal di Danau Toba, Sumatera Utara, Senin (2/7).

Foto: Antara/Sigid Kurniawan
Ini sesuai batas akhir perpanjangan kerja tim pada Selasa (3/7).

REPUBLIKA.CO.ID, SIMALUNGUN --  Tim gabungan Basarnas mulai berkemas untuk meninggalkan posko pencarian penumpang kapal tenggelam di perairan Danau Toba, Sumatra Utara. Ini sesuai batas akhir perpanjangan kerja tim pada Selasa (3/7).

Personel lintas instansi yang turut dilibatkan dalam tim pencarian mulai berkemas untuk meninggalkan Pelabuhan Tiga Ras, Kabupaten Simalungun, yang menjadi posko utama. Tim ini seperti TNI, Lantamal I Belawan, BPBN, Polair.

Armada darat untuk mengangkut peralatan yang digunakan untuk pencarian selama dua pekan, sudah disiapkan di kompleks pelabuhan. Sementara kegiatan di atas permukaan air, terpantau aksi tabur bunga dari keluarga korban dengan naik kapal feri KMP Sumut I dan II difasilitasi Basarnas yang diperkirakan merupakan titik koordinat kapal tenggelam.

Ratusan umat Kristiani mengadakan kegiatan kebaktian bersama di kompleks dermaga, sedangkan umat Islam menggelar shalat gaib di perbukitan sekitar pelabuhan. Acara yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Simalungun itu dirangkai dengan peletakan batu pertama pembangunan monumen untuk mengenang peristiwa memilukan itu.

KM Sinar Bangun 6 bergerak dari Pelabuhan Simanindo, Kabupaten Samosir, pada 18 Juni 2018. Namun, satu mil menjelang Pelabuhan Tiga Ras, pada pukul 17.10 Wib, kapal penumpang kayu itu terbalik dan tenggelam.

Muatan kapal diduga berlebih, yakni 188 orang dan sedikitnya 60-an sepeda motor. Selain itu, faktor cuaca buruk dengan angin kencang, hujan dan gelombang mencapai dua meter, menjadi penyebabnya.

Sebanyak 164 penumpang belum ditemukan. Sebanyak 18 selamat, termasuk nakhoda dan dua awak kapal, sedangkan tiga korban ditemukan meninggal.

 

Sumber : Antara, Umi Nur Fadhilah
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA