Sunday, 21 Ramadhan 1440 / 26 May 2019

Sunday, 21 Ramadhan 1440 / 26 May 2019

Mahfud MD: Rekonsiliasi Bukti Kemenangan Demokrasi

Kamis 05 Jul 2018 15:15 WIB

Red: Fernan Rahadi

Mahfud MD

Mahfud MD

Foto: Republika
Pilkada serentak dinilai telah berjalan dengan damai dan berkualitas.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pilkada serentak 2018 telah terlaksana dengan baik, aman, dan damai, sesuai dengan nilai-nilai demokrasi. Ini membuktikan bahwa Indonesia telah mampu menghayati dan menerapkan nilai demokrasi dalam kehidupan nyata.

Kini, setelah sempat terjadi perbedaan pandangan dan pilihan, selama masa kampanya Pilkada serentak, saatnya bangsa Indonesia kembali merajut rekonsiliasi kebangsaan sebagai bukti kemenangan demokrasi di Indonesia.

“Tidak ada untungnya bagi siapapun, pertikaian dan permusuhan yang menodai kedamaian dan persatuan kita sebagai bangsa. Kita merdeka untuk maju bersama dan kedamaian menjadi salah satu kuncinya. Ayo berdamai, bersaudara, untuk membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” ujar Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Prof Mahfud, Rabu (4/7).

Rekonsiliasi, menurut Mahfud harus diarahkan pada pemikiran untuk memperkuat persaudaraan dan persatuan untuk Indonesia damai. Persaudaraan yang dibangun bangsa ini telah lama terjalin sebagai bagian dari kultur bangsa ini.

“Jangan hanya karena perbedaan dalam momentum pemilihan pemimpin yang satu kali dalam lima tahun, membuat persaudaraan itu menjadi rusak. Jangan korbankan persaudaraan hanya untuk kepentingan lima tahun,” kata pria kelahiran Sampang ini.

Lebih lanjut, ia menilai pelaksanaan Pilkada serentak telah berjalan dengan damai dan berkualitas. Kesuksesan ini menjadi bukti bahwa rakyat Indonesia adalah rakyat telah matang dalam berdemokrasi. Namun, kedepan kualitas demokrasi di Indonesia harus terus ditingkatkan, terutama menyongsong Pemilu dan Pilpres 2019, dimana  gesekan politik pasti akan lebih kencang.

“Pilkada serentak telah berjalan damai dan bebas dari isu money politic yang masif. Tidak ada teror, serta tidak ada penghadangan seperti yang dikhawatirkan banyak pihak. Aparat yang semula dikhawatirkan tidak netral malah berjalan sangat netral, tidak ada laporan mengenai aparat yang tidak netral,” katanya.

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA