Senin, 22 Safar 1441 / 21 Oktober 2019

Senin, 22 Safar 1441 / 21 Oktober 2019

KM Roma Parsaulian Nyaris Karam di Danau Toba

Rabu 11 Jul 2018 09:38 WIB

Rep: Issha Haruma/ Red: Esthi Maharani

Danau Toba, Simalungun, Sumatera Utara / Ilustrasi

Danau Toba, Simalungun, Sumatera Utara / Ilustrasi

Foto: Antara/Sigid Kurniawan
KM Roma diduga putus kemudi dan tidak bisa bergerak

REPUBLIKA.CO.ID, TOBA SAMOSIR -- Kecelakaan transportasi air nyaris kembali terjadi di danau Toba, Sumatra Utara. Satu unit kapal yang mengangkut puluhan penumpang hampir karam di danau terbesar se-Asia Tenggara itu, Selasa (10/7).

Koordinator SAR Danau Toba, Torang M Hutahaean mengatakan, kejadian tersebut hampir menimpa Kapal Motor (KM) Roma Parsaulian. Saat itu, kapal itu dalam pelayaran dari Pelabuhan Nainggolan, Samosir, menuju Ajibata, Toba Samosir.

"Pas di Horsik (pantai Horsik, Toba Samosir) sekitar pukul 11.00 tadi ada laporan warga datang langsung ke Kapal 412 (KM SAR 412), ada putus kemudi nggak bisa bergerak," kata Torang, Selasa (10/7).

Torang mengatakan, smaat itu, KM Roma Parsaulian sedang mengangkut puluhan penumpang. Akibat putusnya tali kemudi, kapal tersebut pun tidak dapat dikendalikan. Kapal kayu itu terombang ambing di tengah danau.

"Saat itu, kondisi cuaca berangin dan bergelombang tapi mediumlah," ujar dia.

Menerima laporan tersebut, tim SAR lalu langsung bergerak ke lokasi. Mereka juga menghubungi KM Bunda dan kapal milik PT Aquafarm Nusantara untuk membantu menarik kapal itu.

"Karena kapal kami nggak muat, penumpang dievakuasi ke KM Bunda dan kapal Aquafarm. Penumpang semua selamat," kata Torang.

Kini, KM Roma Parsaulian telah ditarik ke pinggir danau. Para penumpang pun sudah melanjutkan perjalanan ke Ajibata menggunakan angkutan darat.

Sementara itu, pemerintah memberikan santunan kepada korban tenggelamnya KM Sinar Bangun, Senin (9/7). Total bantuan yang diserahkan mencapai Rp3 miliar, termasuk bingkisan untuk keluarga korban serta satu kendaraan dapur umum untuk kabupaten Simalungun.

"Seluruh penumpang, baik yang selamat, meninggal dunia maupun masih belum ditemukan, tetap mendapatkan bantuan dan santunan," kata Menteri Sosial, Idrus Marham.

Idrus menyebutkan, sebanyak 18 orang yang ditemukan selamat masing-masing mendapat Rp2,5 juta. Untuk korban yang ditemukan meninggal, para ahli waris mendapatkan Rp15 juta. Sementara untuk 164 korban hilang masing-masing ahli waris memerolah Rp15 juta.

"Kita sudah tahu bahwa kapal itu melebihi dari kapasitas yang ada. Itu artinya tidak mungkin ada manifes karena itu kita bantu semuanya," ujar dia.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA