Thursday, 24 Syawwal 1440 / 27 June 2019

Thursday, 24 Syawwal 1440 / 27 June 2019

Pembangunan Monumen Kapsul Waktu Merauke Kelar Oktober

Selasa 24 Jul 2018 06:07 WIB

Rep: Melisa Riska Putri/ Red: Dwi Murdaningsih

Pembangunan Monumen Kapsul Waktu Merauke Capai 74 Persen.

Pembangunan Monumen Kapsul Waktu Merauke Capai 74 Persen.

Foto: kemenpupera
Monumen Kapsul Waktu akan menjadi landmark baru Kabupaten Merauke.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Progress fisik pembangunan Monumen Kapsul Waktu di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua. Saat ini progres fisik telah mencapai 74 persen dan ditargetkan rampung pada Oktober 2018. 

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, kapsul waktu berisi mimpi dan harapan anak-anak Indonesia akan Indonesia 70 tahun mendatang. Mimpi-mimpi ini dibawa secara estafet mulai dari Aceh ke seluruh provinsi dan berakhir di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua pada Desember 2015. Ide pembangunan monumen untuk menyimpan Kapsul Waktu berasal dari Presiden Jokowi pada HUT ke-70 Kemerdekaan Indonesia tahun 2015 dan akan dibuka kembali pada 70 tahun mendatang.

"Kebetulan saya hadir saat dimulai di Sabang dan ikut menerima di Kalimantan Timur dan Merauke. Kami ditugasi membangun monumen untuk menyimpan Kapsul Waktu yang akan dibuka pada tahun 2085," katanya melalui siaran pers.

photo

Pembangunan Monumen Kapsul Waktu Merauke.

Pembangunan dilakukan tahap satu pada 2016 berupa pekerjaan pondasi dengan anggaran Rp 7 miliar. Pekerjaan dilanjutkan tahap dua sejak Juli 2017. Pembangunan direncanakan selesai Desember 2018 dengan biaya konstruksi sebesar Rp 82,9 miliar melalui anggaran Ditjen Cipta Karya dengan kontraktor PT Nindya Karya.

Lokasi monumen berada di depan Kantor Bupati Merauke dan dekat Bandara Mopah sehingga akan menjadi landmark baru Kabupaten Merauke. Monumen dapat dilihat saat pesawat mendarat. Luas kawasan 2,5 hektare terdiri dari satu hektare adalah area monumen dan 1,5 hektare digunakan sebagai alun-alun. 

Desain arsitektur monumen dibuat oleh arsitek kenamaan Indonesia Yori Antar yang juga terlibat dalam desain arsitektur infrastruktur PUPR lainnya. Angka 17, 8 dan 45 dipilih menjadi angka-angka kunci ukuran monumen. Monumen memiliki lebar 17 meter, tinggi delapan meter dan panjang 45 meter.

Lima akses masuk bangunan tugu kapsul juga memiliki arti yakni lima suku asli Merauke yakni Malind, Muyu, Mandobo, Mappi dan Auyu yang menjaga tugu kapsul waktu.

Monumen ini bukan konstruksi biasa, tetapi merupakan karya seni sejarah yang diperuntukan untuk generasi penerus bangsa. Arsitektur monumen juga mengadopsi unsur budaya Papua, dimana Kapsul Waktu akan ditempatkan diatas bangunan tugu yang terinspirasi dari menara perang Suku Dani.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA