Senin, 19 Zulqaidah 1440 / 22 Juli 2019

Senin, 19 Zulqaidah 1440 / 22 Juli 2019

Kak Seto Beri Dukungan Psikososial Korban Gempa

Kamis 02 Agu 2018 14:28 WIB

Red: Ratna Puspita

[Ilustrasi] Pemulihan psikologis anak-anak.

[Ilustrasi] Pemulihan psikologis anak-anak.

Foto: Dok Dompet Dhuafa
Kak Seto bergabung tim Layanan Dukungan Psikososial Kemensos.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerhati anak Seto Mulyadi memberikan dukungan psikososial kepada korban gempa bumi di beberapa lokasi pengungsian di Kabupaten Lombok Timur Provinsi Nusa Tenggara Barat. Pria yang akrab dipanggil Kak Seto ini menjadi bagian dalam tim Layanan Dukungan Psikososial Kementerian Sosial (Kemensos).

"Hari ini Kak Seto dan Kak Heni sudah berada di lokasi pengungsian bergabung dengan tim Layanan Dukungan Psikososial untuk memberikan pendampingan kepada para korban gempa," kata Direktur Perlindungan Korban Bencana Alam Kementerian Sosial Margowiyono yang dihubungi dari Jakarta, Kamis (2/8).

Dalam pelayanan dukungan psikososial tersebut, Tim LDP Kemensos juga berkoordinasi dengan sejumlah relawan lainnya. Relawan tersebut berasal dari beberapa lembaga seperti Tim DMC Dompet Dhuafa, Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) NTB dan tim LDP Kepolisian serta lainnya.

Menurut dia, Tim LDP Kemensos sudah hadir memberikan dukungan psikososial kepada para korban gempa sejak awal setelah gempa. Gempa berkekuatan 6,4 SR mengguncang wilayah Lombok, Sumbawa dan Bali pada Ahad (29/7) pagi.

Korban gempa bisa mengalami trauma karena berbagai hal. Misaknya, karena kehilangan anggota keluarga, kehilangan harta benda maupun karena dampak guncangan gempa itu sendiri.

Dukungan psikososial terutama kepada anak-anak yang paling rentan mangalami guncangan jiwa akibat bencana diberikan dalam berbagai bentuk seperti mendongeng, bermain, bernyanyi dan lainnya. Saat ini selain melakukan pendampingan psikososial, tim juga melakukan penilaian untuk pemenuhan kebutuhan para korban pada tahap selanjutnya.

Pascagempa, pemerintah langsung mendistribusikan bantuan tanggap darurat berupa logistik dan kebutuhan hidup lainnya serta tenda sebagai tempat tinggal sementara karena rumah mereka rusak. Terdata 17 orang meninggal dunia dan ratusan lainnya luka-luka serta ribuan rumah dan fasilitas lainnya rusak akibat bencana tersebut.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA