Thursday, 17 Syawwal 1440 / 20 June 2019

Thursday, 17 Syawwal 1440 / 20 June 2019

Pemkab Pekalongan Terus Droping Bantuan Air Bersih

Selasa 04 Sep 2018 18:40 WIB

Rep: Eko Widiyatno/ Red: Yusuf Assidiq

Kekeringan

Kekeringan

Foto: Antara
BPBD juga telah membuat beberapa tandon air di desa-desa terdampak.

REPUBLIKA.CO.ID, KAJEN -- Wakil Bupati Pekalongan, Jawa Tengah, Arini Harimurti, menegaskan pemkab melalui BPBD dan juga PMI akan terus melakukan penyaluran air bersih ke desa-desa yang terdampak kekeringan.

''Musim kemarau memang telah menyebabkan sebagian warga mengalami kesulitan air bersih. Untuk membantu mereka, kami akan terus melakukan droping air bersih,'' jelasnya, Selasa (4/9).

Disebutkan, sejak awal kemarau Juni lalu, baik BPBD maupun PMI Kabupaten Pekalongan sudah rutin melakukan droping air bersih. Beberapa desa yang rutin mendapatkan bantuan air bersih, antara lain beberapa desa yang berada di Kecamatan Kandangserang, Doro, dan Wonopringgo.

Meski demikian dia juga menyebutkan, agar masalah kebutuhan air tidak selalu menjadi persoalan yang muncul setiap musim kemarau, pihaknya masih terus melakukan berbagai upaya agar sumber air yang ada bisa mencapai desa-desa yang rutin mengalami kekeringan. 

Antara lain seperti sumber mata air di wilayah Kecamatan Doro, yang dinilai belum optimal dimanfaatkan. ''Seperti masyarakat yang ada di Desa Sawangan Kecamatan Doro, akan kita upayakan agar bisa mendapatkan air dari sumber mata air terdekat,'' katanya.

Kepala BPBD Kabupaten Pekalongan, Bambang Sujatmiko, menyebutkan hingga awal September ini tercatat ada delapan desa yang terdampak kekeringan. Antara lain di Desa Kesesi dan Desa Ujungnegoro Kecamatan Kesesi, Desa Sawangan Kecamatan Doro, Desa Galangpengampon dan Desa Legokgunung Kecamatan Wonopringgo, Desa Luragung Kecamatan Kandangserang, Desa Rowocacing Kecamatan Kedungwuni, serta Desa Pegadon Kecamatan Karangdadap.

''Sumur-sumur warga di desa-desa tersebut, sebagian memang sudah mengering. Bahkan sumber-sumber air di sungai, parit, maupun mata air lainnya, juga sudah berkurang debit airnya dan ada yang tak layak konsumsi,'' katanya.

Untuk itu dia menyatakan, BPBD bersama PMI telah rutin melakukan droping air bersih ke desa-desa yang terdampak kekeringan. Untuk memudahkan proses droping, BPBD juga telah membuat beberapa tandon air di desa-desa terdampak.

''Dengan adanya tandon, maka proses droping air bisa lebih cepat sehingga lebih banyak desa yang terlayani. Air yang dikirim tinggal dialirkan ke tandon, dan masyarakat bisa mengambil air melalui tandon ini,'' jelasnya.

Dia memperkirakan, masalah kesulitan air bersih ini akan dihadapi warga terdampak hingga akhir September 2018 atau awal Oktober 2018. Hal ini karena berdasarkan informasi dari BMKG, hujan diperkirakan akan mulai turun di waktu-waktu tersebut.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA