Kamis, 17 Syawwal 1440 / 20 Juni 2019

Kamis, 17 Syawwal 1440 / 20 Juni 2019

Ribuan Anak di Sukabumi Ikuti Manasik Haji

Kamis 27 Sep 2018 13:46 WIB

Rep: Riga Nurul Iman/ Red: Andi Nur Aminah

Siswa TK Bina Insani bersemangat melaksanakan peragaan manasik haji di Sekolah TK Bina Insani Bogor, Jawa Barat, Jumat (16/10).

Siswa TK Bina Insani bersemangat melaksanakan peragaan manasik haji di Sekolah TK Bina Insani Bogor, Jawa Barat, Jumat (16/10).

Foto: Irwan Kelana/Republika
Mereka dibiasakan untuk mengenal sejak dini ritual ibadah haji di Baitullah.

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Ribuan anak-anak mengikuti kegiatan manasik haji di Lapangan Merdeka, Kota Sukabumi, Jawa Barat Kamis (27/9) pagi. Mereka dibiasakan untuk mengenal sejak dini ritual ibadah haji di Baitullah.

Anak-anak tersebut berasal dari sekolah Raudhatul Athfal (RA) se-Kota Sukabumi yang berjumlah 60 sekolah. Jumlah anak yang terlibat dalam acara manasik haji ini mencapai sebanyak 1.850 orang. Dalam kegiatan tersebut hadir Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi dan Kepala Kementerian Agama Kota Sukabumi A Chalik Mawardi.

"Proses ini diberikan kepada anak untuk mengenalkan ibadah haji sejak dini," ujar Ketua Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Kota Sukabumi Esih Sukaesih kepada wartawan di sela-sela kegiatan. Nantinya pada saat dewasa nanti mereka akan tergerak untuk menunaikan ibadah haji.

Dalam manasik haji ini terang Esih, anak-anak diberikan bekal pengetahuan tentang ibadah haji seperti melakukan ritual seperti tawaf, sai, melempar jumrah dan lainya. Harapannya semua yang dipelajari anak-anak ini dapat mendorong anak-anak untuk menjalankan rukun Islam yang kelima yakni melaksanakan ibadah haji ke Baitullah.

Esih menerangkan, kegiatan manasik haji ini sudah rutin dilakukan setiap tahunnya. Acara ini mendapatkan dukungan dari Pemerintah Kota Sukabumi dan Kementerian Agama.

Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi mengaakan, pemerintah bersyukur kegiatan manasik haji anak bisa rutin dilakukan setiap tahunnya. "Yang namanya ibadah perlu ada pembiasaan," imbuh dia.

Misalnya, kenapa anak shalat karena dibiasakakan shalat oleh orangtuanya dan rajin mengaji karena dibiasakan. Oleh karenanyanya, kenapa anak mempunyai mimpi ke Baitullah karena dibiasakan atau dikenalkan dengan proses ibadah haji sejak kecil.

Intinya Fahmi mengatakan, ibadah perlu proses pembiasaan. Contohnya dengan adanya kegiatan manasik haji bagi kalangan anak-anak. Nantinya selepas kegiatan akan timbul kecintaan dan harapan insya Allah mereka bisa melaksanakan haji ke Baitullah.

Fahmi mengatakan, kegiatan ini juga bagian dari menciptakan masyarakat, religius, nyaman dan sejahtera. Di mana dapat diawali dari komitmen keagamaan yang kuat.

Kepala Kementerian Agama Kota Sukabumi A Chalik Mawardi menambahkan, kegiatan manasik haji ini berdampak positif pada perkembangana anak. Ia mengatakan acara ini rutin dilakukan dan jumlah pesertanya bertambah setiap tahun karena diminati warga.

Salah seorang pelajar RA dari Kecamatan Lembursitu, Sukabumi Raihan (5 tahun) mengatakan, kegiatan manasik haji ini cukup menyenangkan. "Saya ingin pergi haji bersama orangtua nanti ke Baitullah," imbuh dia yang mengenakan pakain ihram.n riga nurul iman

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA