Thursday, 18 Ramadhan 1440 / 23 May 2019

Thursday, 18 Ramadhan 1440 / 23 May 2019

Sejumlah EWS Tsunami di Pantai Selatan Jateng Rusak

Senin 01 Oct 2018 15:37 WIB

Rep: Eko Widiyatno/ Red: Esthi Maharani

Tsunami Early Warning System (TEWS) / Ilustrasi

Tsunami Early Warning System (TEWS) / Ilustrasi

Foto: Antara/Syifa Yulinnas
EWS di wilayah pantai Kabupaten Cilacap dan Kabupaten Kebumen mengalami kerusakan

REPUBLIKA.CO.ID, CILACAP -- Sejumlah peralatan Early Warning System (EWS) tsunami yang terpasang di pantai selatan Jawa Tengah mengalami kerusakan. Beberapa diantaranya EWS di wilayah pantai Kabupaten Cilacap dan Kabupaten Kebumen.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cilacap, Tri Komara Sidhi, menyebutkan di wilayah pantai Cilacap saat ini ada sebanyak 35 unit EWS yang mendeteksi kejadian tsunami. Namun dari jumlah tersebut, yang saat ini masih bisa berfungsi dengan baik tinggal 26 unit.

''Yang lainnya mengalami kerusakan akibat korosi air laut,'' jelasnya, Senin (1/10).

Dia mengaku sudah melaporkan kerusakan EWS tersebut pada BNPB. Namun hingga saat ini, belum dilakukan perbaikan atau pergantian. Tri Komara menyatakan, setiap bulan pihaknya selalu melakukan pengecekan terhadap EWS yang memang dipasang pihak BNPB tahun 2012 silam.

''Dengan wilayah pantai yang cukup panjang, idealnya Kabupaten Cilacap terpasang sebanyak 70 EWS. Kita sudah mengusulkan pada tahun 2019 bisa dilakukan penambahan alat EWS tsunami. Mudah-mudahan tahun 2019 bisa dikabulkan,'' jelasnya.

Sementara di Kabupaten Kebumen, Kepala BPBD setempat Eko Widianto menyatakan ada 7 unit EWS deteksi dini tsunami yang mengalami kerusakan. ''Di wilayah kami, ada 10 unit EWS yang terpasang di berbagai lokasi pantai sejak dari pantai Ayah hingga pantai Mirit. Namun dari 10 unit tersebut, yang berfungsi baik saat ini hanya tiga unit,'' jelasnya.

Menurutnya, seluruh EWS yang tidak berfungsi tersebut merupakan EWS yang menggunakan sistem online. Sedangkan tiga unit EWS yang manual, seluruhnya masih berfungsi dengan baik. ''Kita sudah laporkan masalah ini pada BNPB, dan meminta agar sistemnya diubah menjadi manual agar bisa lebih awet,'' katanya.

Dia juga menyebutkan, selain EWS deteksi tsunami, di wilayahnya juga ada empat unit EWS untuk mendeteksi dini bencana longsor dan tiga unit EWS deteksi banjir. Seluruh EWS tersebut, merupakan bantuan dari Pemerintah Provinsi Jateng. ''Untuk yang EWS longsor, 1 unit saat ini kondisinya kurang baik. Sedangkan EWS deteksi banjir, seluruhnya masih berfungsi baik,'' jelasnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA