Wednesday, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Wednesday, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Sejumlah Wilayah Kekeringan, Emil Minta Warga Hemat Air

Kamis 04 Oct 2018 03:17 WIB

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Muhammad Hafil

Ilustrasi kekeringan.

Ilustrasi kekeringan.

Foto: ANTARA FOTO/Abriawan Abhe
Air di Waduk Jatigede surut selama empat bulan terakhir.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG-- Sejumlah wilayah di Jawa Barat (Jabar) mengalami kekeringan hingga beberapa waduk surut. Oleh karena itu menurut Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, ia meminta masyarakat untuk hemat menggunakan air.

Ridwan Kamil mengatakan, ia sudah mengamati kondisi dari udara. Saat ini, ada banyak sungai kering, air di waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta turun hingga 8 meter. Begitu juga, di Jatigede di Kabupaten Sumedang.

"Saya monitor ada beberapa lokasi bekas kampungnya kelihatan lagi sungainya juga kering. Ini imbauan pertama tentunya kita harapkan warga berhemat air semaksimal mungkin," ujar Ridwan Kamil yang akrab disapa Emil kepada wartawan di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Rabu (3/10).

Menurut Emil, penanggulangan sementara dilakukan dengan menginstruksikan PDAM memberikan program tanki air untuk wilayah yang kekurangan karena tidak ada suplai air bersih. Usaha lain adalah berkoordinasi dengan MUI untuk melaksanakan salat Istisqo pada hari Jumat ini.

"Urusan dunia kita carikan, urusan spiritual juga kita usahakan. Mudah-mudahan itu bisa memaksimalkan ikhtiar kita," katanya.

Emil mengatakan, ia juga akan mengecek ke BMKG tren ini apakah normal atau ada fenomena alam yang perlu diwaspadai pada waktu mendatang. Selama empat bulan terakhir, air di Waduk Jatigede surut. Hal itu dipengaruhi berkurangnya pasokan air dari hulu Sungai Cimanuk di Kabupaten Garut akibat kemarau.

"Waduk Jatigede juga turun bahkan bekas kampung juga terlihat lagi," katanya.

Menurut Emil, upaya pemulihan daerah aliran sungai (DAS) dan antisipasi kekering sudah direncanakan Pemerintah pusat dengan mengalokasikan anggaran sekitar Rp 280 miliar pada 2017 untuk konservasi hulu Sungai Citarum dan Sungai Cimanuk. Hanya saja, perkembangannya belum tampak signifikan.

Waduk Jatigede, kata dia, saat ini merupakan sumber irigasi lahan pertanian di Indramayu, Majalengka, dan Cirebon yang mencapai 90.000 hektar. Begitu juga, Indramayu merupakan kabupaten penghasil beras terbesar di Indonesia dengan 1,7 juta ton gabah setahun.

Waduk Jatigede membentang di lahan seluas 4.983 hektar. Waduk terbesar kedua di Indonesia ini, setelah Jatiluhur di Purwakarta, dibangun untuk mampu menampung air sebanyak 980 juta meter kubik.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA