Kamis, 18 Safar 1441 / 17 Oktober 2019

Kamis, 18 Safar 1441 / 17 Oktober 2019

Bantu Sulawesi, India Luncurkan 'Operasi Samudra Maitri'

Kamis 04 Okt 2018 02:10 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Muhammad Hafil

Foto udara dampak kerusakan akibat gempa dan tsunami di Tondo, Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (3/10).

Foto udara dampak kerusakan akibat gempa dan tsunami di Tondo, Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (3/10).

Foto: Antara/Hafidz Mubarak A
Bantuan dikirimkan setelah Presiden Jokowi menyatakan menerima bantuan internasional.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW DELHI -- India resmi meluncurkan Operasi Samudra Maitri di Sulawesi Tengah, Indonesia, pada Rabu (3/10). Operasi ini diluncurkan untuk membantu para korban selamat dari bencana gempa dan tsunami yang melanda Palu dan Donggala.

"Dua pesawat IAF, C-130J dan C-17, yang membawa tenaga medis dan bahan bantuan telah terbang pagi ini untuk bantuan kemanusiaan," seperti disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri India Raveesh Kumar dalam pernyataan resmi yang diunggah di laman resmi Kementerian Luar Negeri India.

Bantuan kemanusiaan ini dikirimkan setelah Perdana Menteri India Shri Narendra Modi menjalin komunikasi dengan Presiden RI Joko Widodo melalui telepon pada Senin (1/10). Bantuan dikirim sesaat setelah Indonesia menyatakan menerima bantuan internasional untuk para korban.

Pesawat C-130J membawa satu tim tenaga medis bersama dengan tenda-tenda dan perlengkapan yang dibutuhkan untuk membangun rumah sakit darurat. Pesawat C-17 membawa obat-obatan, generator, tenda serta air untuk memberi bantuan dengan segera kepada para korban.

Selain itu, tiga kapal Angkatan Laut India yaitu INS Tir, INS Sujatha dan INS Shardul juga telah dikerahkan untuk membawa bantuan kemanusiaan dan bantuan bencana (HADR). Kapal-kapal ini diperkirakan akan mencapai Sulawesi Selatan pada 6 Oktober Mendatang.

Bencana gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah menyebabkan jatuhnya korban jiwa hingga lebih dari 1.300 orang. Diperkirakan ada 2,4 juta orang yang terdampak akibat bencana ini, di mana lebih dari 61 ribu orang mengungsi dan sekitar 66 ribu rumah hancur. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA