Monday, 19 Zulqaidah 1440 / 22 July 2019

Monday, 19 Zulqaidah 1440 / 22 July 2019

Ridwan Kamil Usul 3 Oktober Jadi Hari Anti-Hoaks Nasional

Kamis 04 Oct 2018 15:42 WIB

Rep: Zuli Istiqomah/ Red: Bayu Hermawan

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Emil)

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Emil)

Foto: MJ07
Usulan ini disampaikan setelah terungkapnya kabar bohong Ratna Sarumpaet.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengusulkan ditetapkan Hari Anti-Hoaks Nasional pada 3 Oktober. Usulan ini disampaikan setelah pengakuan aktivis Ratna Sarumpaet, yang berbohong terkait penganiayaan yang disebutnya dialami di Kota Bandung.

"Saya hanya mengusulkan tanggal 3 Oktober Karena pengakuan pembuat hoaks terbaiknya di tanggal 3 Oktober," katanya usai menghadiri kegiatan Indonesian City Government PR Summit di Trans Luxury Hotel Bandung, Kamis (4/10).

Pria yang akrab disapa Emil ini menilai, kasus kebohongan Ratna Sarumpaet sangat luar biasa. Pasalnya elite-elite tokoh nasional pun ikut turun tangan termakan kebohongannya. Tokoh seperti Prabowo dan Amien Rais bahkan sempat meminta pengusutan terhadap kabar penganiayaan Ratna yang ternyata hanya karangan belaka.

Emil juga sangat menyesalkan tindakan Ratna yang menyebutkan Kota Bandung sebagai lokasi dirinya dianiaya. Hal tersebut dinilainya sangat merugikan masyarakat kota kembang.

"Bandung sangat dirugikan itulah kenapa  sebagai gubernur saya meminta bu Ratna meminta maaf minimal. Kalau urusan hukum itu nanti ada analisanya. Karena warga jabar khususnya kota bandung banyak dirugikan, banyak masuk ke saya merasa bandung menjadi makin tidak aman oleh berita bohong itu," ujarnya.

Tak hanya Kota Bandung, tambahnya, pihak Angkasa Pura dan Bandara Husein Sastranegara juga ikut dirugikan dengan kebohongan tersebut. TNI AU yang berjaga di Bandara Huseinsastranegara juga dinilainya sempat merasa kecolongan karena dianggap tidak bisa menjaga kondisi dengan baik. Sebab, Ratna mengungkapkan dirinya dianiaya di Bandara Huseinsastranegara.

Ia pun menilai kejadian tersebut harus menjadi pelajaran. Bahwa masyarakat Indonesia harus bisa menyaring informasi dengan sebaik-baikmya agar tidak termakan berita bohong.

"Ini hikmah dari Allah SWT  kondisi  bangsa Indonesia ya begini mudah dibohongi. Mudah-mudahan jadi pelajaran. Supaya jadi pelajaran ya diingat-ingat aja mungkin kita  bikin hari anti hoaks nasional," ujarnya.

Sebelumnya, kabar Ratna Sarumpaet dianiaya viral di dunia maya. Wajah bengkak Ratna beredar dan disebut dianiaya di Kota Bandung. Akhirnya Ratna mengakui berbohong dan menyebut dirinya sebagai pencipta hoaks terbaik.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA