Jumat, 19 Safar 1441 / 18 Oktober 2019

Jumat, 19 Safar 1441 / 18 Oktober 2019

Pemerintah Hibahkan Laptop Bekas Acara IMF-WB 2018

Kamis 25 Okt 2018 14:33 WIB

Rep: Mutia Ramadhani/ Red: Friska Yolanda

Pemerintah Provinsi Bali bersama dengan pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan pemerintah Kabupaten Banyuwangi mendapatkan hibah 500 unit laptop dan 300 unit printer bekas acara Pertemuan Tahunan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia (World Bank) beberapa waktu lalu.

Pemerintah Provinsi Bali bersama dengan pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan pemerintah Kabupaten Banyuwangi mendapatkan hibah 500 unit laptop dan 300 unit printer bekas acara Pertemuan Tahunan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia (World Bank) beberapa waktu lalu.

Foto: Republika/Mutia Ramadhani
Laptop dan printer dihibahkan ke Provinsi Bali, NTB, dan Kabupaten Banyuwangi.

REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR -- Pemerintah Provinsi Bali bersama dengan pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan pemerintah Kabupaten Banyuwangi mendapatkan hibah 500 unit laptop dan 300 unit mesin cetak (printer) bekas acara Pertemuan Tahunan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia (World Bank) beberapa waktu lalu. Pemerintah melalui Kementerian Keuangan menyerahkan langsung masing-masingnya 200 unit laptop untuk Bali dan NTB, serta 100 laptop untuk Banyuwangi.

"Untuk printer, masing-masingnya mendapat 100 unit," jelas Menteri Keuangan, Sri Mulyani di Gedung Keuangan Negara (GKN) Denpasar, Kamis (25/10).

Sri Mulyani mengatakan total anggaran untuk membeli perangkat elektronik tersebut mencapai delapan miliar rupiah untuk laptop dan Rp 672 juta untuk printer melalui proses e-katalog. Keseluruhannya dipakai untuk memfasilitasi acara berskala internasional yang digelar di Kawasan Pariwisata Nusa Dua, 8-14 Oktober 2018.

Pemerintah Provinsi Bali mendapat hibah karena sebagai tuan rumah, sementara dua daerah lainnya telah menyiapkan diri sebagai alternatif daerah evakuasi jika terjadi hal-hal tak diinginkan di tengah pelaksanaan acara. Selanjutnya Sri Mulyani berharap pemerintah masing-masing daerah bisa menggunakan hibah ini untuk kepentingan masyarakat, seperti sumbangan untuk lembaga-lembaga pendidikan setempat.

"Kami ingin memberi manfaat sebesar-besarnya untuk kepentingan masyarakat dan melahirkan orang-orang kreatif yang berguna bagi bangsa dan negara," katanya.

Secara keseluruhan, mantan direktur di Bank Dunia ini mengapresiasi suksesnya pelaksanaan acara pertemuan tahunan dua lembaga ekonomi terbesar di Bali. Acara berjalan baik dan mendapat testimoni positif dari petinggi-petinggi kedua lembaga, meski sebelum acara Indonesia dilanda bencana alam, mulai dari gempa bumi di Lombok, serta tsunami di Palu.

Gubernur Bali, Wayan Koster menerima langsung hibah perangkat laptop dan printer dari pemerintah tersebut. Ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh komponen masyarakat yang berkontribusi menyukseskan acara ini.

Kegiatan yang dihadiri 36.619 peserta dan delegasi dari 189 negara ini berlangsung aman, nyaman, damai, lancar, dan sukses. Koster bangga Bali bisa menjadi tuan rumah pertemuan terbesar sepanjang sejarah.

"Penyelenggaraan di Bali dinilai terbaik dibanding pertemuan-pertemuan sebelumnya di negara lain. Harapannya Bali dijadikan standar kualitas pertemuan berikutnya," kata Koster.

Bali mendapat dukungan sejumlah pembangunan infrastruktur strategis untuk perhelatan ini, mulai dari underpass Simpang Tugu Ngurah Rai yang memakan anggaran Rp 174 miliar. Ada juga pengembangan apron Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, penyelesaian pembangunan patung Garuda Wisnu Kencana (GWK), dan penanganan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Regional Sarbagita di Suwung, Denpasar yang total anggarannya mencapai Rp 250 miliar.

Bali juga mencatat peningkatan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara lebih dari 34 ribu orang, penambahan jumlah lapangan kerja 32.700 orang atau naik 1,26 persen, serta peningkatan pendapatan domestik regional bruto (PDRB) di atas Rp 1,2 triliun. Pertumbuhan ekonomi Bali, sebut Koster akhir tahun ini diperkirakan di atas 6,5 persen.

"Ini belum termasuk promosi dan peningkatan citra pariwisata Bali di 189 negara dunia," katanya. 

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA