Sunday, 13 Syawwal 1440 / 16 June 2019

Sunday, 13 Syawwal 1440 / 16 June 2019

Pembawa Bendera Tauhid yang Dibakar Diimbau Menyerahkan Diri

Kamis 25 Oct 2018 14:40 WIB

Rep: Eric Iskandarsjah Z/ Red: Bayu Hermawan

Anggota Banser membakar bendera tauhid (ilustrasi).

Anggota Banser membakar bendera tauhid (ilustrasi).

Foto: Dok YouTube
PCNU Garut mengimbau agar pembawa bendera menyerahkan diri.

REPUBLIKA.CO.ID, GARUT -- Polres Garut masih terus  mencari pembawa bendera bertuliskan kalimat tauhid, yang dibakar saat peringatan Hari Santri Nasional, Senin (21/10) lalu. Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Garut, Atjeng Abdul Wahid pun menghimbau agar pembawa bendera yang sedang dicari oleh kepolisian itu dapat segera menyerahkan diri.

"Kehadiran pembawa bendera itu sangat diharapkan agar persoalan ini dapat segera mendapat pencerahan," kata Wahid, Kamis (25/10).

Pasalnya, lanjut dia, jika pembawa bendera itu dapat bersikap kooperatif, maka akan segera terungkap setiap keterangan serta motif atas munculnya bendera tersebut. Sehingga, situasi di tengah umat muslim pun dapat segera kembali kondusif.

"Sebagai muslim yang berjiwa besar, maka pembawa bendera dihimbau untuk segera memberikan penjelasan. Jangan lari atau sembunyi," ujarnya.

Di satu sisi, ia pun menghimbau agar seluruh anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) dapat lebih meningkatkan kedisiplinan. Sehingga, keberadaan Banser dapat terus mendukung persatuan dan kesatuan umat Islam dan Bangsa Indonesia.

"Sebaiknya memang saat itu Banser dapat mengamankan bendera itu dengan menyerahkan bendera tersebut ke kepolisian. Namun sepertinya saat acara Hari Santri di Limbangan itu memang minim pengawalan dari pihak kepolisian setempat," katanya.

Terkait dengan tindakan internal untuk anggota Banser yang menjadi pelaku pembakaran, ia menekankan bahwa PCNU Garut memberikan kedewasaan kepada Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) dan Banser. Sehingga, PCNU memberikan kewenangan sepenuhnya kepada GP Ansor dan Banser terkait tindakan atau himbauan yang diberikan kepada anggota yang terlibat tersebut.

Sebenarnya, lanjut dia, untuk terus meningkatkan kedisiplinan anggota Banser, PCNU bersama GP Ansor dan Banser terus melakukan pendidikan dan pelatihan (Diklat). Hal ini pun akan terua dilakukan secara rutin agar kedisiplinan dapat terus terjaga. Ia pun menekankan bahwa Diklat tersebut senantiasa melibatkan pihak Kepolisian dan TNI. Ia pun berharap, seluruh masyarakat dapat menyikapi hal ini dengan dewasa dan tenang demi kemajuan dan kebaikan bersama.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA