Sabtu, 20 Safar 1441 / 19 Oktober 2019

Sabtu, 20 Safar 1441 / 19 Oktober 2019

Menko PMK Akui Budaya Tertib Mengantre Masih Susah

Sabtu 27 Okt 2018 04:52 WIB

Rep: Andrian Saputra/ Red: Andi Nur Aminah

Menko PMK Puan Maharani menghadiri Pekan Kerja Nyata Revolusi Mental di Manado.

Menko PMK Puan Maharani menghadiri Pekan Kerja Nyata Revolusi Mental di Manado.

Foto: Kemenko PMK
Dimulai dari tertib mengantre, Indonesia bisa maju dan bersaing dengan bangsa lainnya

REPUBLIKA.CO.ID, MANADO -- Budaya tertib mengantre belum teraplikasi dengan baik dalam kehidupan warga Indonesia. Bahkan menurut Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Puan Maharani budaya tertib mengantre masih susah dilakukan masyarakat.

Hal tersebut pun masih menjadi pekerjaan rumah. Menurutnya mulai dengan tertib mengantre, Indonesia maju dan bisa bisa bersaing dengan bangsa lainnya. "Dikatakan (mengantre) susah ya susah, tapi kita harus berusaha untuk bisa melakukannya dan harus dilakukan, karena itu salah satu cara Indonesia nantinya bisa berkompetisi dengan negara lain," kata Puan usai membuka Pekan Kerja Nyata (PKN) Revolusi Mental di lapangan Sario, Manado pada Jumat (26/10).

Kendati demikian menurut Puan, masyarakat Indonesia perlahan telah menunjukan perubahan terutama dengan budaya tertib mengantre. Hal itu terbukti dalam pelaksanaan Asian Games beberapa waktu lalu. Menurut Puan, hal itu merupakan bentuk suksesnya program revolusi mental yang gencar didengungkan pemerintah.

"Kita sudah melihat bagaimana budaya mengantre itu dilakukan, bagaimana budaya membuang sampah, bagaimana kemudian rasa nasionalisme kita lakukan disaat mendukung atlit-atlit kita di Asian Games maupun Asian Para Games itu merupakan revolusi mental," katanya.

Untuk mewujudkan budaya tertib mengantre, ia pun berharap Kementerian dan Lembaga serta Pemerintah Daerah terus melakukan inovasi-inovasi terutama dalam bidang pelayanan publik. Selain itu, sinergi yang baik antara kementerian dan lembaga menjadi kunci suksesnya program  revolusi mental. "Masih banyak yang perlu dilengkapi, masih banyak yang perlu ditambah. Salah satunya pelayanan publik yang diberikan pemerintah itu ‎kemudian bisa lebih bermakna dan dimaknai oleh masyarakat," katanya.

Sementara itu pembukaan PKN revolusi mental yang berlangsung di lapangan Sario Manado berlangsung meriah. Kegiatan itu diikuti ribun peserta dari Kementerian dan Lembaga, Pemerintah Daerah, pelajar hingga komunitas masyarakat.

PKN Revolusi Mental semarak dengan pertunjukan tari daerah hingga menari poco-poco bersama yang dilakukan peserta. Dalam kegiatan itu juga dipamerkan berbagai inovasi layanan publik dari Kementerian hingga Pemda. PKN Revolusi Mental di Manado rencananya berlangsung hingga Ahad (28/10). 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA