Tuesday, 23 Safar 1441 / 22 October 2019

Tuesday, 23 Safar 1441 / 22 October 2019

MUI Belitung Imbau Masyarakat Gelar Shalat Ghaib

Jumat 02 Nov 2018 11:36 WIB

Red: Andi Nur Aminah

Warga melakukan Shalat Ghaib (ilustrasi)

Warga melakukan Shalat Ghaib (ilustrasi)

Foto: Dok Humas Pemkot Malang
Islam memiliki beberapa kewajiban fardhu kifayah terhadap jenazah.

REPUBLIKA.CO.ID, TANJUNG PANDAN -- Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengimbau masyarakat di daerah itu untuk menggelar Shalat Ghaib guna mendoakan korban pesawat Lion Air yang jatuh pada Senin (29/10). "Kami imbau untuk melakukan Shalat Ghaib yang merupakan bentuk ibadah umat Muslim bagi mereka yang wafat dalam kondisi yang tidak lazim," kata Sekretaris MUI Belitung, Ramansyah di Tanjung Pandan, Jumat (2/11).

Menurut dia, Islam memiliki beberapa kewajiban fardhu kifayah terhadap jenazah seperti memandikan, mengafani, menshalatkan, dan menguburkan. Untuk peristiwa jatuhnya pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 610 tujuan Jakarta-Pangkalpinang, maka Shalat Ghaib boleh dilakukan dengan maksud mendoakan para korban yang saat ini belum juga ditemukan.

"Untuk peristiwa ini memiliki hal sama bagi jenazah dengan doa yang kita baca dan yakini, namun dengan catatan jenazah tersebut tidak mungkin lagi ditemukan," ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga mengucapkan belasungkawa atas musibah jatuhnya pesawat Lion Air di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat tersebut. "Semoga para keluarga korban tetap sabar dan tabah dan terus berdoa atas cobaan ini," katanya.

Sebelumnya, Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Abdul Fatah melalui surat imbauan nomor 45/0433/II tanggal 1 November 2018 mengimbau kepada seluruh ketua atau pengurus masjdi di daerah itu untuk dapat melaksanakan Shalat Ghaib. Shalat Ghaib akan digelar setelah Shalat Jumat 2 November 2018.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA