Friday, 19 Safar 1441 / 18 October 2019

Friday, 19 Safar 1441 / 18 October 2019

Jalan Utama Bandung-Cianjur Selatan Terputus

Ahad 11 Nov 2018 12:38 WIB

Red: Ratna Puspita

Longsor (Ilustrasi)

Longsor (Ilustrasi)

Foto: Antara/Fikri Yusuf
Longsor terjadi lantaran tebing setinggi 15 meter di pinggir jalan ambruk.

REPUBLIKA.CO.ID, CIANJUR -- Jalan utama penghubung Bandung-Cianjur Selatan, Jawa Barat, terputus akibat longsor yang menutupi jalan sepanjang 20 meter. Longsor terjadi lantaran tebing setinggi 15 meter di pinggir jalan ambruk.

Baca Juga

Ambruknya tebing Citatang setinggi 15 meter di Kampung Cigarogol, Desa Naringgul, Kecamatan Naringgul, seiring turunnya hujan dengan intensitas tinggi dan lama. Akibatnya, tebing ambruk dengan material menutup landasan jalan.

"Saya tidak tahu persis, namun saat hendak melintas menuju Bandung dari Cianjur, landasan jalan sudah tertutup longsor dengan panjang hampir 20 meter dengan ketinggian material menutup jalan setinggi empat meter," kata Hasan (37) pengguna jalan pada wartawan Ahad (11/11).

Akibatnya, puluhan kendaraan yang sebagian besar membawa hasil bumi untuk dijual ke Bandung, tepatnya ke Pasar Caringin-Bandung, tidak dapat melintas. Hingga saat ini, aparat desa, kecamatan, dan warga sekitar berusaha menyingkirkan material longsor.

"Harapan kami jalan dapat kembali dilalui dan dinas terkait segera menurunkan alat berat agar jalan dapat dibuka karena saat ini upaya menyingirkan material longsor hanya mengunakan alat seadanya," kata Hasan.

Anggota Polsek Naringgul Aiptu Heri Sobari, mengatakan upaya menyingkirkan material longsor langsung dilakukan berbagai pihak ketika mendapat laporan dari warga putusnya jalur Cianjur-Bandung untuk kesekian kalinya akibat longsor. "Longsoran tanah bercampur batu dan pohon berbagai ukuran menutup akse jalan nasional yang menghubungkan Cianjur-Bandung, di Kampung Cigarogol, Desa Naringgul, akibat hujan yang turun deras selama hampir 12 jam," katanya.

Polsek sudah berkordinasi dengan PU Binamarga agar segera menurunkan alat berat guna membuka kembali akses utama penghubung antar kabupaten itu. Sebab selama ini, jalan tersebut merupakan akses yang cukup padat terutama menjelang malam.

"Setiap sore hingga malam jalur tersebut merupakan jalur utama warga untuk menjual hasil bumi ke Bandung dan kota lain di luar Cianjur. Kami sudah berkordinasi dengan Binamarga untuk mengirim alat berat," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA