Monday, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Monday, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Nelayan Surabaya Diberi Pembinaan Keselamatan

Kamis 29 Nov 2018 21:04 WIB

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Esthi Maharani

Nelayan

Nelayan

Foto: JAK TV
Ada 75 orang perwakilan dari kelompok nelayan di Surabaya yang mengikuti kegiatan

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Perhubungan (Dishub) menggelar pembinaan keselamatan dan pengenalan Weather Information Display (WID), kepada kelompok nelayan di Surabaya, Kamis (29/11). Setidaknya, ada 75 orang perwakilan dari kelompok nelayan di Surabaya yang mengikuti kegiatan tersebut.

Sedangkan untuk pemateri, Pemkot Surabaya menggandeng beberapa instansi terkait seperti BMKG Maritim Tanjung Perak, Kesyahbandar Utama Tanjung Perak, Ditpolairud Polda Jatim, serta Dinas Kelautan dan Perikanan Jatim. Kegiatan ini, bertujuan untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan kepada para nelayan, serta kesadaran tertib pelayaran.

"Sehingga diharapkan mampu mewujudkan keselamatan dan mengurangi tingkat kecelakaan di laut," kata Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Surabaya M. Taswin.

Taswin mengungkapkan, ada lima materi utama yang disampaikan oleh masing-masing narasumber dalam kegiatan tersebut. Yakni terkait aspek keselamatan berlayar di laut, legalitas perizinan (pass kecil perahu) bagi nelayan, pemanfaatan teknologi informasi dan peringatan dini, perawatan dan kelayakan kapal, serta strategi terkait pengembangan kawasan pesisir dan asuransi bagi para nelayan.

“Inti dari pembinaan nelayan ini, supaya nelayan tahu bagaimana cara mengatasi apabila terjadi keadaan-keadaan ombaknya naik dan sebagainya. Sekarang kita juga telah menyediakan informasi (layanan) tentang keadaan cuaca (WID),” ujar Taswin.

Taswin menuturkan ada tiga hal penting yang ditekankan kepada para nelayan sebelum melakukan aktivitas di lautan. Pertama, berupa informasi terkait faktor alam, seperti kondisi cuaca, ombak dan angin. Kedua, yaitu teknis mengenai kapal, dan ketiga adalah faktor manusia.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA