Sunday, 14 Ramadhan 1440 / 19 May 2019

Sunday, 14 Ramadhan 1440 / 19 May 2019

Jelang Nataru, Tiga Terduga Teroris Ditangkap di Riau

Jumat 21 Dec 2018 13:21 WIB

Red: Andri Saubani

[ilustrasi] Polisi antiteror membekuk teroris yang menyerang delegasi negara asing pada konferensi tingkat menteri saat simulasi penanggulangan teror di Bandara Ngurah Rai, Bali, Jumat (17/11).

[ilustrasi] Polisi antiteror membekuk teroris yang menyerang delegasi negara asing pada konferensi tingkat menteri saat simulasi penanggulangan teror di Bandara Ngurah Rai, Bali, Jumat (17/11).

Foto: ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana
Penangkapan terduga teroris kerja sama antara Polda Riau dan Densus 88 Antiteror.

REPUBLIKA.CO.ID, PEKANBARU -- Kapolda Riau Inspektur Jenderal Polisi Widodo Eko Prihastopo menyebutkan tiga terduga teroris ditangkap di wilayah itu menjelang perayaan Natal dan tahun baru 2019. Belum diketahui identitas ketiga terduga teroris itu.

"Ada tiga yang berhasil ditangkap kemarin di sini. Dan masih ada yang terus kita amati," kata Widodo di Pekanbaru, Jumat (21/12).

Namun, Widodo tidak menjelaskan secara rinci identitas ketiga terduga teroris tersebut, termasuk lokasi penangkapan ketiganya. Dia hanya menjelaskan bahwa penangkapan itu merupakan hasil kerja sama antara Satuan Tugas Antiteror Polda Riau dan Detasemen Khusus 88 Antiteror Mabes Polri.

"Saya tidak bisa sampaikan di sini. Cukup ini saja informasinya. Intinya kita dalam rangka melindungi masyarakat luas," tuturnya.

Meski begitu, Widodo sempat mengatakan bahwa ketiga terduga teroris yang ditangkap pada akhir November 2018 tersebut terkait dengan sejumlah aksi teror yang beberapa kali terjadi di wilayah Indonesia. "Ada kaitanya semua. Dengan Surabaya juga. Tapi JAD (Jamaah Ansarud Daulah), JAT (Jamaah Ansharut Tauhid) tidak akan saya sebutkan di sini," ujarnya lagi.

Kapolda menyampaikan hal tersebut saat menjelaskan tingkat kerawanan jelang perayaan Natal dan tahun baru di Provinsi Riau. Dia mengatakan Riau pernah punya pengalaman buruk saat perayaan Natal pada 2000 silam.

"Kita tidak boleh underestimate (menganggap remeh). Pada 2000 kita punya pengalaman pengeboman gereja-gereja. Insha Allah tahun ini Riau, khususnya Pekanbaru, aman," jelasnya.

Pada Mei 2018, Mapolda Riau diserang oleh sekelompok orang dengan cara menabrak satu polisi hingga tewas dan beberap personel lainnya terluka. Namun, empat pelaku penyerangan itu berhasil dilumpuhkan dengan timah panas.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA