Monday, 22 Safar 1441 / 21 October 2019

Monday, 22 Safar 1441 / 21 October 2019

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Gelombang Tinggi

Kamis 03 Jan 2019 13:21 WIB

Rep: Bowo Pribadi/ Red: Dwi Murdaningsih

Gelombang pasang air laut menerjang pantai selatan Kabupaten Sukabumi di kawasan Palabuhanratu sejak Kamis (30/11) hingga Jumat (1/12).

Gelombang pasang air laut menerjang pantai selatan Kabupaten Sukabumi di kawasan Palabuhanratu sejak Kamis (30/11) hingga Jumat (1/12).

Foto: Forum Kordinasi SAR Daerah Sukabumi
Peringatan dini gelombang tinggi ini berlaku tiga hari, mulai Kamis (3/1).

REPUBLIKA.CO.ID,  SEMARANG -- Masyarakat yang melakukan aktivitas di perairan diimbau untuk mewaspadai cuaca ekstrim yang menyertai, dalam beberapa hari ke depan. Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meterologi Maritim Kelas II Semarang bahkan telah mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi, baik bagi aktivitas pelayaran dan aktivitas nelayan.

“Peringatan dini gelombang tinggi ini berlaku tiga hari, mulai Kamis (3/1) pukul 07.00 WIB hingga Ahad (6/1) pukul 07.00 WIB nanti,” kata Prakirawan Stasiun Meterologi Maritim Kelas II Semarang, Wahyu Sri Mulyani, Kamis.

Ia menjelaskan, peringatan dini ini disampaikan sehubungan dengan munculnya fenomena siklon tropis ‘Penny’ di Laut Karang utara Queensland serta badai tropis ‘Pabuk’ di Laut Cina Selatan serta pola tekanan rendah di Samudera Hindia, selatan Jawa Timur.

Hal ini menyebabkan pola angin di wilayah utara Indonesia umumnya bergerak dari arah barat laut menuju timur laut dengan kecepatan angin berkisar 5 hingga 30 knot.

Sementara di selatan wilayah Indonesia umumnya angin bergerak dari arah barat daya menuju barat laut dengan kecepatan berkisar antara 5 hingga 25 knot.

Kecepatan angin tertinggi terpantau di perairan selatan Jawa Timur hingga Sumbawa, Laut Cina Selatan, Laut Natuna Utara, Selat Sunda, Laut Jawa, selat Makassar bagian selatan, laut Bali, Laut Sumbawa, Laut Flores, perairan kepulauan Sermata hingga Tanimbar.

Selain itu juga di perairan kepulauan Kei, hingga Laut Aru, Laut Arafuru serta kepulauan Sangihe hingga Talaud. “Kondisi ini berpotensi mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang di wilayah- wilayah tersebut,” ucap dia. 

Ia juga menambahkan, tinggi gelombang 1,25 meter hingga 2,5 meter berpeluang terjadi di Laut Jawa serta perairan selatan Kalimantan. Sehingga masyarakat diimbau untuk memperhatikan risiko tinggi gelombang terhadap keselamatan sejumlah aktivitas pelayaran.

Khususnya perahu nelayan pada kondisi kecepatan angin di atas 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter, kapal tongkang (kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 meter.

Selain itu juga kapal ferry (kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 meter serta kapal kargo atau kapal pesiar (kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4 meter).

“BMKG juga mengeluarkan imbauan kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar wilayah yang berpeluang terjadi gelombang tinggi dimohon untuk selalu waspada dengan cuaca yang ekstrim ini,” kata Wahyu.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA