Wednesday, 21 Zulqaidah 1440 / 24 July 2019

Wednesday, 21 Zulqaidah 1440 / 24 July 2019

Empat Jembatan di Sleman Masuk Rencana Gito Gati

Senin 07 Jan 2019 17:42 WIB

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Yusuf Assidiq

Kantor Pemerintah Kabupaten Sleman.

Kantor Pemerintah Kabupaten Sleman.

Foto: Wahyu Suryana.
Sesuai rencana, terdapat dua tahap peningkatan yang akan dilakukan.

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Sebanyak empat jembatan akan dibangun tahun ini di Kabupaten Sleman, DIY. Pembangunan yang dilakukan Pemprov DIY untuk Denggung-Wonorejo (Jalan Gito Gati) itu dimulai Januari dan direncanakan rampung pada Mei dan Juli 2019.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Sleman, Sapto Winarno menerangkan, empat jembatan masuk rencana pelaksanaan pekerjaan Gito-Gati. Ada Jembatan Denggung, Tlacap, Tambakrejo, dan Gondangglegi.

Pembangunan jembatan-jembatan itu sekaligus jadi sosialisasi peningkatan jalan untuk 2020. Sesuai rencana, terdapat dua tahap peningkatan yang akan dilakukan yaitu pembangunan jembatan-jembatan pada 2019 dan jalan-jalan pada 2020.

"Untuk 2019 ini ada empat jembatan yang dilaksanakan provinsi, empat dulu, sama kita melakukan sosialisasi karena untuk peningkatan jalan-jalan pada 2020," kata Sapto, Senin (7/1).

Setelah itu, pembangunan jalan-jalan akan dilakukan mulai dari perempatan Jalan Denggung sampai Jembatan Denggung seluas 11 meter, yang sampai ke timur seluas sembilan meter. Rencananya, akan dibuat pula pedestrian di sebelah kiri dan kanan.

Tapi, tentu harus ada sosialisasi yang dilakukan mengingat lokasi itu dipenuhi pohon-pohon. Karenanya, Sapto mengaku pihaknya akan terus menjalin kolaborasi dan meminta bantuan SKPD-SKPD terkait.

Atas pembangunan itu, sudah pasti akan ada pengalihan arus mengingat jembatan yang masuk rencana peningkatan akan ditutup. Sehingga, selama pembangunan ruas jembatan itu tidak akan bisa dilewati.

Tapi, sudah direncanakan arus-arus alternatif seperti di Jejamuran dan Jongke. Menurut Sapto, penutupan jalan-jalan yang dilakukan selama pembangunan itulah yang menjadi alasan dilakukannya sekaligus pembangunan empat jembatan.

"Karena ditutup seklaigus empat jembatan kita lakukan pembangunan," ujar Sapto.

Sapto menjelaskan, lokasi peningkatan jembatan-jembatan itu dipilih berdasarkan Lalu Lintas Harian Rata-Rata (LHR) yang tinggi. Sehingga, pengendara yang ingin ke timur tidak harus melewati Jombor tapi bisa melewati ruas tersebut.

Setelah itu, akan tembus ke Jalan Palagan, Jalan Damai, Jalan Kaliurang, dan seterusnya. Untuk bagian utara, akan ditingkatkan ruas-ruas di Turi, khusus untuk masyarakat yang ingin ke Solo, jadi tidak harus ke Sleman terlebih dulu.

Peningkatan sendiri memang sudah seharusnya dilaksanakan karena sudah melebihi umur rencana. Untuk Gito Gati pada 2020 nanti, lebar rata-rata jalan yang saat ini sekitar 5,5 meter akan ditingkatkan menjadi sembilan meter. "Peningkatan jembatan sesuai rencana Januari sampai 180 hari kerja atau Mei," kata Sapto.

Sapto menambahkan, untuk pohon-pohon yang dilewati rencana pembangunan jalan-jalan dan jembatan-jembatan akan dilakukan pemindahan. Tapi, ia merasa tidak sampai ada pembebasan lahan warga yang harus dilakukan karena milik provinsi.

Untuk itu, Kepala Bidang Bina Marga DPUPKP Kabupaten Sleman, Achmad Subhan menilai, penting dilakukan sosialisasi kepada masyarakat. Termasuk, melalui audiensi-audiensi kepada elemen-elemen terkait.

"Diharapkan ada kolaborasi instansi-instansi teknis seperti PLN, Telkom, PDAM, tidak ada yang dominan tapi kolaborasi, tidak merusak perindang, tidak struktur jalan, betul-betul kita tata," ujar Subhan.

416 pohon terdampak

Sesuai data yang dilaporkan Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral, terdapat sekitar 416 pohon yang terkena dampak atas peningkatan jembatan-jembatan pada 2019 dan jalan-jalan pada 2020.

Itu terdiri dari 55 pohon yang berdiameter kurang dari 15 centimeter, 101 pohon berdiameter 15-30 centimeter, 188 pohon berdiamater 30-50 centimeter, 55 pohon berdiameter 50-75 centimeter, dan 17 pohon berdiamater lebih dari 75 centimeter.

Ada pula utilitas-utilitas terdampak. Untuk Jembatan Denggung misalnya, ada tiga tiang dan kabel PLN, delapan tiang telepon, dua penerangan jalan, dua reklame, dua PDAM, satu fiber optik, dan satu patok BPN.

Untuk Jembatan Tlacap, ada satu rambu lalu lintas terdampak, 40 patok pengarah, tiga penerangan jalan, satu tiang telepon, dan satu fly over. Untuk Jembatan Tambakrejo, ada satu rambu, satu patok pengarah, dan satu penerangan.

Sedangkan, untuk Jembatan Gondangglegi, terdapat dua tiang telepon, dan satu penerangan jalan terdampak. Tambakrejo dan Gondanglegi direncanakan selesai pada Mei, dan Denggung dan Tlacap direncanakan selesai pada Juli.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA