Saturday, 15 Sya'ban 1440 / 20 April 2019

Saturday, 15 Sya'ban 1440 / 20 April 2019

Nova, Bayi Berusia Satu Bulan Selamat dari Bencana Tsunami

Ahad 13 Jan 2019 05:29 WIB

Red: Andri Saubani

Sejumlah warga terdampak tsunami saat mencari barang berharganya di Desa Way Muli, Kalianda, Lampung Selatan, Selasa (25/12).

Sejumlah warga terdampak tsunami saat mencari barang berharganya di Desa Way Muli, Kalianda, Lampung Selatan, Selasa (25/12).

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Nova ditemukan setelah 11 jam tidak jelas keberadaan pascatsunami menerjang.

REPUBLIKA.CO.ID, LAMPUNG SELATAN -- Nova, bayi berusia sekitar satu bulan setengah, setelah dihantam gelombang tsunami Selat Sunda pada Sabtu (22/12) malam, dapat selamat meskipun sempat tidak jelas keberadaannya selama 11 jam. Orang tua bayi itu, Sanali (60) dan Suha istrinya, di lokasi pengungsian Desa Way Muli Timur, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, Sabtu (12/1), membenarkan anaknya itu akhirnya bisa diselamatkan.

"Sudah sekitar 11 jam tidak jelas keberadaannya, akhirnya besok paginya baru bisa ketemu masih hidup, tertimbun puing-puing berserakan," ujar Sanali.

Kondisi bayi itu diketahui karena terdengar tangisan di luar rumahnya. Pada Nova, sang bayi, masih terlihat beberapa bekas luka, seperti di sekitar kepalanya.

Kini, bayi Nova diasuh kakaknya Lia (18) yang juga selamat dari tsunami, karena saat kejadian sedang berada di luar desa untuk suatu keperluan. Kondisi bayi itu bersama para pengungsi lain masih bertahan di posko ini, juga terus dipantau oleh tim medis yang masih terus bertugas membantu para korban tsunami itu pula.

Menurut tim medis dan relawan di posko pengungsian itu, hingga kini terdata masih ada 248 orang, 128 di antaranya adalah anak-anak, dengan 14 balita, termasuk ada anak kembar berada di posko pengungsian ini. Namun, sebagian pada siang hari kembali ke rumah/permukiman mereka.

Sanali menuturkan, saat malam kejadian sama sekali tak ada tanda-tanda akan terjadi bencana tsunami di kawasan pesisir tersebut. Bayinya itu pun sedang disusui oleh ibunya, hingga tsunami datang dan mereka berhamburan mencari tempat yang aman.

"Terdengar suara beletak beletak disertai geledek di sekitarnya, namun sama sekali tak menyangka akan terjadi tsunami di sini," katanya lagi.

Pada lokasi pengungsian, warga korban tsunami khususnya anak-anak masih bersekolah berharap mendapatkan bantuan peralatan sekolah dan baju seragam, mengingat harta benda termasuk pakaian dan peralatan sekolah mereka miliki, umumnya hilang tersapu gelombang tsunami.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA