Senin, 15 Safar 1441 / 14 Oktober 2019

Senin, 15 Safar 1441 / 14 Oktober 2019

Alumni HI UMY Dilantik Jadi Dubes RI di Turki

Senin 14 Jan 2019 17:22 WIB

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Fernan Rahadi

UMY

UMY

Foto: Yusuf Assidiq
Pria asal NTB tersebut menjadi alumni HI UMY pertama yang masuk ke Kemenlu.

REPUBLIKA.CO.ID, BANTUL -- Salah satu Alumni Jurusan Hubungan Internasional (HI) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dilantik oleh Presiden Joko Widodo menjadi Duta Besar Republik Indonesia untuk Turki di Istana Negara pada 7 Januari 2019 kemarin. Lalu Muhammad Iqbal merupakan yang terpilih dari 22 nama calon yang turut diseleksi dalam uji kelayakan dan kepatutan di Komimsi 1 DPR RI. 

Ketua Program Studi HI UMY, Nus Azizah menyampaikan bahwa Iqbal merupakan lulusan HI UMY angkatan 1991. Pria asal Nusa Tenggara Barat (NTB) tersebut menjadi alumni HI UMY pertama yang masuk ke Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dan juga menjadi yang pertama sebagai duta besar. 

Azizah menyebut, kemampuan intelektual Iqbal dalam urusan diplomasi telah didapat sejak masa kuliah. Selama menjadi mahasiswa, Iqbal juga terkenal aktif dalam berbagaii organisasi. 

"Seperti Korps Mahasiswa HI (KOMAHI), Senat Mahasiswa atau BEM dan juga penerbitan kampus. Selain itu, ia juga aktif dalam Kelompok Studi Lingkaran yaitu sebuah komunitas yang bergerak di dalam pemikiran dan tukar gagasan di kalangan mahasiswa Yogyakarta tahun 1990-an," kata Azizah berdasarkan siaran pers yang diterima Republika beberapa waktu lalu. 

Menurut Azizah, dari pengalaman Iqbal dalam berbagai organisasi kemahasiswaan tersebut lah yang menyebabkan kemimpinan dan kemampuan analisisnya terlatih. Sehingga, kemampuan tersebut mengantarkannya untuk dapat berkarir di Kemenlu. 

"Adapun jauh sebelum ia ditetapkan sebagai Dubes RI untuk Turki, Iqbal pernah menjalani sejumlah pos penempatan di luar negeri yakni di Wina, Austria dan Budapest, Rumania," kata Azizah.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA