Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Warga Mataram Diimbau Waspada Cuaca Ekstrem

Jumat 25 Jan 2019 01:00 WIB

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Muhammad Hafil

Cuaca ekstrem (ilustrasi)

Cuaca ekstrem (ilustrasi)

Foto: Antara/Umarul Faruq
Warga diimbau mewaspadai pohon tumbang.

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM -- Wali Kota Mataram Ahyar Abduh mengimbau masyarakat Mataram untuk berhati-hati dalam menghadapi cuaca ekstrem saat ini. Sejak beberapa hari terakhir, hujan dengan intensitas lebat disertai angin kencang melanda sejumlah wilayah di Kota Mataram.

Ahyar mengatakan, berdasarkan hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Indonesia, termasuk juga Mataram untuk tujuh hari ke depan, mulai 23 Januari hingga 29 Januari berpotensi hujan dengan intensitas sedang- lebat disertai petir dan angin kencang. Pun, dengan daerah di sekitar pesisir pantai yang berpotensi terhadi gelombang tinggi 4 meter sampai 6 meter.

"Diimbau masyarakat untuk waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang ditimbulkan seperti genangan air, tanah longsor, angin kencang, pohon tumbang, jalanan licin, dan gelombang tinggi untuk penyeberangan," ujar Ahyar di Mataram, NTB, Kamis (24/1).

Ahyar meminta masyarakat tidak membuang sampah sembarangan, terutama di saluran-saluran air dan juga mewaspadai pohon tumbang saat berteduh. "Masyarakat yang berada di pesisir juga waspadai potensi gelombang tinggi dan selalu perhatikan informasi dari BMKG," lanjut Ahyar.

Masyarakat, kata Ahyar, juga bisa melaporkan dan meminta bantuan Dinas Permukiman Mataram jika memiliki informasi pohon yang berpotensi tumbang untuk dilakukan pemotongan.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB Agung Pramuja mengatakan hujan deras disertai angin kencang membuat sejumlah pohon tumbang dan juga merusak tenda darurat milik BPBD di lokasi terdampak gempa.

"Dampak cuaca ekstrim beberapa hari ini mengakibatkan beberapa tenda BPBD hancur seperti di lapangan Sajang, kantor camat Sembalun, dan Sambelia (Lombok Timur)," kata Agung. Kerusakan tenda BPBD, lanjut Agung, juga terjadi di posko Kantor BPBD Lombok Barat.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA