Saturday, 15 Sya'ban 1440 / 20 April 2019

Saturday, 15 Sya'ban 1440 / 20 April 2019

Keluarga Nuryanto Minta Pelaku Mutilasi Dihukum Berat

Jumat 15 Feb 2019 20:54 WIB

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Andri Saubani

Meli Rahmawati (33), warga Kampung Ciodeng Timur, Desa Bojong Malaka, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung tengah menunjukan foto suaminya, Ujang Nuryanto (37) yang diduga menjadi korban mutilasi di Malaysia, Senin (11/2).

Meli Rahmawati (33), warga Kampung Ciodeng Timur, Desa Bojong Malaka, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung tengah menunjukan foto suaminya, Ujang Nuryanto (37) yang diduga menjadi korban mutilasi di Malaysia, Senin (11/2).

Foto: M Fauzi Ridwan
Korban mutilasi diketahui warga Kabupaten Bandung.

REPUBLIKA.CO.ID, BALEENDAH -- Meli Rahmawati (33), istri dari Ujang Nuryanto (37) salah satu korban mutilasi yang ditemukan di Sungai Buloh, Selangor, Malaysia akhir Januari lalu berharap agar pelaku mutilasi segera ditemukan. Ia juga meminta pembunuh suaminya dihukum berat.

"Keluarga sudah renungan, pelaku semoga cepat ditemukan. Kalau sudah ketemu hukum secara wajar. Dia sudah membunuh (suami), ingin dibunuh lagi (pelakunya). Keluarga ini seadil-adilnya ingin keadilan," ujarnya kepada Republika, Jumat (15/2).

Ia menuturkan, saat Mabes Polri mengumumkan jika korban mutilasi yang di tes sidik jari adalah Nuryanto. Pihaknya sudah menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Saat ini, pihaknya berharap agar jenazah bisa dibawa pulang ke Indonesia untuk dimakamkan.

"Kalau keluarga semua seperti saya istrinya ingin jenazah secepatnya dipulangkan ke Indonesia. Walaupun belum komplit (bagian tubuh) semuanya, belum ketemu," ungkapnya.

Dirinya khawatir dengan kondisi jenazah suaminya jika terlalu lama belum dimakamkan. Oleh karena itu, ia meminta pemerintah daerah hingga pemerintah pusat membantunya agar jenazah bisa sampai ke rumah.

"Tapi minta bantuan pemerintah dari bawah sampai ke atas. Bantuannya supaya jenazah sampai ke Indonesia ditanggung pemerintah," katanya.

Bupati Bandung, Dadang M Naser mengaku prihatin dengan peristiwa kriminal yang menimpa dua warga Kabupaten Bandung, Nuryanto (37) dan Ai Munawaroh dimutilasi di Malaysia, akhir Januari lalu. Ia berharap kasus tersebut bisa segera tuntas diselesaikan oleh pihak kepolisian dari dua negara.

"Kami atas nama pemkab turut berbelasungkawa atas warga Kabupaten Bandung yang meninggal dimutilasi. Modusnya apa? Mudah mudahan dituntaskan (kasusnya)," ujarnya seusai salat Jumat di Mesjid Al-Fathu, Soreang, Kabupaten Bandung, Jumat (15/2).

Ia berharap polisi Malaysia dan Indonesia segera turun tangan dan menuntaskan masalah tersebut. "Polisi Malaysia dan Indonesia harus turun tangan," ungkapnya.

Sebelumnya, Mabes Polri mengungkapkan jika salah satu korban mutilasi di Sungai Buloh, Selangor, Malaysia pada akhir Januari lalu adalah Nuryanto (37), pengusaha kain asal Kampung Ciodeng Timur, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung. Pihak keluarga meminta agar jenazah bisa segera dibawa ke Indonesia untuk dimakamkan.

"Dari pihak pengacara minta jenazah dari Malaysia dibalikin ke Indonesia. Masalah kasus tindak pidananya seandainya memang itu pelakunya segera di proses," ujar pengacara korban, Hermawan kepada Republika, Jumat (15/2).

Ia menuturkan, saat ini tubuh korban yang baru ditemukan oleh kepolisian Malaysia adalah badan dan tangan kiri. Tangan kiri korban yang dilakukan tes sidik jari hingga akhirnya menyimpulkan jika korban adalah Nuryanto. Sementara sisa tubuh lainnya masih belum ditemukan.

"Kalau kita menunggu semuanya (tubuh korban ditemukan lengkap) terlalu lama. Kalau bisa badan yang sudah ada dikembalikan," ungkapnya.

Dirinya mengungkapkan pihak kedutaan Indonesia di Malaysia, Kamis (14/2) kemarin menelepon dan memberitahukan akan berbicara dengan kepolisian. Apakah tubuh korban masih dibutuhkan dalam penyelidikan.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA