Friday, 21 Sya'ban 1440 / 26 April 2019

Friday, 21 Sya'ban 1440 / 26 April 2019

Dorong Komunitas Perfilman di Daerah, Bekraf Gelar Pelatihan

Selasa 26 Feb 2019 18:04 WIB

Rep: Eko Widiyatno/ Red: Gita Amanda

Ilustrasi Film

Ilustrasi Film

Foto: pixabay
Komunitas perfilman Purbalingga akan dapat kesempatan perdalam ilmu dari Bekraf.

REPUBLIKA.CO.ID, PURBALINGGA -- Komunitas perfilman Purbalingga akan mendapat kesempatan memperdalam ilmu perfilman dari Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (Bekraf). Untuk kegiatan pelatihan ini, Bekraf akan bekerja sama dengan Cakrawala Inovasi Digital (CID) Jakarta.

''Pelatihan akan berlangsung selama tiga hari, mulai Rabu (27/2) hingga Jumat (1/3),'' jelas staf CID, Anka Yolanda, Selasa (26/2).

Baca Juga

Dia menyebutkan, pelatihan diberikan untuk menambah wawasan, skill dan passion insan perfilman. ''Selain itu, kita juga mendorong agar insan perfilman di Purbalingga bisa membentu asosiasi yang berbadan hukum sehingga bisa lebih mudah mendapat akses bantuan, serta menyinergikan perkembangan kreativitas perfilman di daerah dengan pemerintah setempat,'' ujarnya.

Dalam pelatihan yang diberikan, angggota komunitas film akan mendapat pembekalan berupa pemaparan materi dan workshop dari pelaku industri perfilman. Setelah pelatihan berlangsung selama tiga hari, Bekraf juga akan melakukan monitoring dengan mem-follow up rencana atau proposal kegiatan komunitas.

Sedangkan narasumber yang akan hadir memberi pelatihan, antara lain terdiri dari Arief Akhmad Yani, Direktur Program Forum Komunitas Film di Yogyakarta–Netpac Asia Pacific Film Festival yang memiliki pengalaman di bidang bioskop keliling dan komunitas film, dan juga Rois Amri yang saat ini aktif di Badan Perfilman Indonesia dan pernah menjabat sebagai Festival Film Jiffest.

Pemateri lainnya, juga Ratrikala Bhre Aditya (Bhre) yang berpengalaman sebagai astrada sejumlah film nasional dan juga menyutradarai sejumlah film pendek atau dokumenter, dan Nurchaidir Salim (Acha) dari Multi Channel Network, perusahaan yang me-manage konten digital dan influencer digital.

Anka menambahkan, dalam kegiatan pelatihan ini, setiap komunitas film bisa mengirimkan 2-3 orang anggota komunitas. Harapannya, materi pelatihan yang diperoleh bisa disosialisasikan pada anggota lainnya.

''Dalam kegiatan pelatihan ini, setiap peserta diharapkan membawa hasil karya berupa film atau video atau footage untuk diupload ke platform distribusi digital,'' katanya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA