Monday, 17 Sya'ban 1440 / 22 April 2019

Monday, 17 Sya'ban 1440 / 22 April 2019

100 Ribu Botol Sabun Pesanan Jokowi Telah Dikirim ke Jakarta

Kamis 28 Feb 2019 16:26 WIB

Rep: Eric Iskandarsjah Z/ Red: Bayu Hermawan

 Presiden Jokowi saat berkunjung ke Garut.

Presiden Jokowi saat berkunjung ke Garut.

100 ribu botol sabun pesanan Jokowi senilai Rp 2 milyar telah dikirim ke Jakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, GARUT -- Seratus ribu botol sabun cuci peralatan makan produk warga kelompok usaha Program Keluarga Harapan (PKH) di Banjarwangi, Kabupaten Garut, Jawa Barat, pesanan Presiden Joko Widodo (Jokowi), sudah dikirim ke Jakarta. Presiden Jokowi memesan sabun tersebut saat berkunjung ke Garut pada 19 Januari lalu, dengan total harga sebesar Rp 2 miliar.

"Alhamdulillah selesai, semuanya 100 ribu botol sesuai dengan pesanan Pak Presiden," kata produsen sabun cuci, Eli Liawati, Kamis (28/2).

Eli mengatakan, kelompok usaha yang tergabung dalam PKH di Banjarwangi memiliki produk usaha sabun yang ditekuni oleh ibu-ibu penerima PKH. Sejak mendapatkan pesanan senilai Rp 2 miliar dari Presiden itu, kata Eli, semua kelompok usaha langsung bekerja bersama-sama agar permintaan presiden terpenuhi sesuai pesanan dan waktu yang diminta.

"Akhirnya sabun bisa selesai dan hari Rabu kemarin pesanan telah dikirimkan ke Jakarta," ujarnya.

Eli pun mengungkapkan, awalnya tidak percaya mendapatkan pesanan dari Presiden Jokowi itu, bahkan sempat khawatir pesanan yang banyak itu tidak dapat terpenuhi. Namun hasil kerja keras Eli dibantu dengan 40 anggota PKH dan beberapa orang tetangga yang tidak menerima PKH, akhirnya bisa diselesaikan dengan baik.

"Kepikiran terus, takut tidak memenuhi target, tapi alhamdulillah bisa," ucapnya.

Eli mengatakan, dana untuk pembuatan sabun cuci itu sudah diterimanya sebesar 75 persen atau sebesar Rp 1,5 miliar, dana tersebut sudah digunakan untuk membeli bahan baku, membayar pekerja termasuk ongkos mengirim sabun. Setelah mendapatkan pesanan dari Presiden itu, Eli saat ini telah mengundurkan diri sebagai penerima PKH, dan akan terus melanjutkan usaha sabun untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarganya.

Eli menambahkan, hasil penjualan sabun itu akan digunakan untuk pemberdayaan anggota PKH, dan memperbaiki madrasah di depan rumahnya yang sempat terbakar pada tahun lalu.

"Nanti juga kalau masih ada uangnya mau buat umroh orang tua dan mertua saya, dan sama modal usaha," katanya.

Sebelumnya, Eli bersama anggota PKH lainnya dari beberapa daerah di Kabupaten Garut diundang untuk memamerkan produk usahanya pada acara PKH yang diselenggarakan Kementerian Sosial di Gedung Serba Guna Mandala, Kecamatan Garut Kota. Presiden Jokowi yang menghadiri acara itu sempat berkeliling melihat hasil karya usaha penerima PKH, termasuk melihat produk sabun cuci produk rumahan yang diproduksi Eli.

Saat itu juga, Presiden Jokowi langsung memesan sabun kemasan botol seharga Rp 20 ribu itu untuk dibuatkan sebanyak 100 ribu botol dengan total nilai sebesar Rp 2 miliar.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA